Minggu, 26 April 2026

Tampang Pemilik Panti Asuhan yang Lecehkan 25 Anak, Begini Modusnya

Menurut informasi yang diperoleh, Sudirman diduga telah menodai kesucian anak-anak yatim yang tak berdaya dengan modus yang sangat mengkhawatirkan.

Editor: Amirullah
kolase Instagram
Korban pelecehan pemilik panti asuhan Darussalam An-nur yang merupakan anak yatim piatu mengurai curhatan pilu soal tindakan bejat Sudirman. 

SERAMBINEWS.COM  – Inilah tampang Sudirman pemilik panti asuhan di Tangerang, Banten yang lecehkan 25 anak asuhnya.

Aksi keji yang melibatkan pemilik panti asuhan Darussalam An-Nur, Sudirman, dan dua pengurusnya, Yusuf dan Yandi, terungkap setelah dugaan pelecehan seksual terhadap 25 anak asuhnya mencuat ke permukaan.

Fakta memilukan ini pertama kali dibongkar oleh Dean Desvi, seorang orang tua asuh di panti tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, Sudirman diduga telah menodai kesucian anak-anak yatim yang tak berdaya dengan modus yang sangat mengkhawatirkan.

Kejadian ini berhasil terungkap setelah salah satu korban berani menceritakan pengalamannya kepada Dean, yang telah mengenal pelaku sejak kecil.

"Ketika mendengar cerita dari korban, saya tidak bisa percaya. Ini sangat mengerikan," ungkap Dean, yang juga mengatakan bahwa dia segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Tindak lanjut dari laporan tersebut mengakibatkan penangkapan Sudirman dan Yusuf oleh Polres Metro Tangerang Kota.

Namun, Yandi masih buron dan kini dalam pencarian polisi setelah melarikan diri ketika kasus ini terungkap.

"Kalau memang pelaku ini gemulay agak kayak kaum pelangi, saya pikir orang-orang yang punya kebiasan gemulai tapi dia panutan.

Mereka (para korban) bilang 'ibu kami ini korban pelecehan abi', (abi) panggilan (pelaku) di sana," ungkap Dean Desvi dilansir Tribun-medan.com dari TribunnewsBogor.com, Minggu (6/10/2024).

Terkejut sekaligus terpukul, Dean pilu mendengar jerit tangis para korban kepadanya.

Terlebih di antara puluhan korban, ada balita dan usia 9 tahun yang jadi pelampiasan nafsu bejat pelaku.

"Ruangan ini jadi saksi tangisan mereka untuk menjelaskan betapa bejatnya pimpinan panti asuhan itu. Mereka (korban) diiming-imingi halus sekali (kata pelaku) 'ayo pijitin saya'. Habis pijitin kaki, ke paha, sampai ke kemaluan," imbuh Dean.

Diungkap Dean, ternyata kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pemilik panti asuhan itu sudah pernah dilaporkan tahun lalu.

Saat itu para korban menceritakan momen mengerikan saat mereka dilecehkan sang pemilik panti asuhan yang telah mereka anggap seperti ayah sendiri.

Modus liburan dan jalan-jalan, pelaku nyatanya membawa anak-anak yatim piatu ke hotel dan villa untuk disodomi.

"Sebenarnya ini laporan sudah berkali-kali enggak langsung direspon oleh polisi. Mereka (korban) sudah lapor sejak 2023, karena memang kejadian yang dilaporkan adanya di Puncak, di hotel," kata Dean.

"Si pimpinan panti ini suka ngajak anak-anak yatimnya healing di hotel, ke villa donatur. Enggak tahunya di villa itu anak-anak yatim ini dilecehkan. Mereka (korban) pas pulang ke Tangerang ini lapor, kata polisi enggak sesuai. Mereka akhirnya ditolak," sambungnya.

Sempat mengalami kesulitan setahun ke belakang, para korban akhirnya bernapas lega.

Yakni saat ada salah satu relawan di panti asuhan yang juga jadi korban pelecehan.

Ia pun melaporkan hal tersebut ke pengurus lain hingga akhirnya kasus pelecehan sang pemilik panti asuhan itu pun terdengar ke telinga Dean dan orang tua asuh lainnya.

"Akhirnya ada salah satu tenaga volunteer, korban dan saksi lapor ke pengurus. Ketika lapor, pada kaget ternyata pengurus itu juga korban pelecehan. Akhirnya melebar luas dan ke pengurus lain, akhirnya korban-korban kita tanya anak kecil, ada balita juga (korban pelecehan)," akui Dean.

Dari awalnya tiga korban yang melapor kepadanya, Dean terkejut karena jumlah terduga korban yang dilecehkan pelaku totalnya puluhan.

Bahkan Dean menduga korban pelecehan Sudirman berjumlah lebih dari puluhan.

Hal itu karena panti asuhan tersebut dibangun Sudirman sejak 20 tahun yang lalu.

Para anak asuh pelaku pun telah tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

"Ada tujuh orang (korban), ada yang visum. Lalu di rumah ada yang sedang proses itu ada 3 nama, dan 12 nama anak (korban lain). Lalu ada dua anak yang dibawa kabur, ini saksi kunci. Totalnya ada 25 yang baru ketahuan tahun ini. Panti ini sudah berjalan sudah 20 tahun, ini yang baru ketahuan sekarang," ujar Dean.

Kini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut seraya memburu satu tersangka lainnya yang masih buron.

"Kami telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap 2 orang Tersangka, sementara 1 orang tersangka lainnya masih dalam proses pengejaran," ujar Kasie Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Aryono.

Sementara itu para korban dan anak asuh pelaku saat ini telah diamankan oleh pihak Dinas Sosial Kota Tangerang dibantu dengan Dean serta orang tua asuh lainnya.

Modusnya Juga Ajak Healing ke Puncak

Disisi lain, berdasarkan cerita korban, pelaku sering mengajak anak-anak asuhnya untuk healing alias jalan-jalan ke Puncak, Bogor.

Mereka kerap diajak menginap di hotel atau villa-villa di kawasan Puncak.

Ternyata kesempatan itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk mencabuli anak asuhnya.

"Si pimpinan panti ini suka ngajak anak-anak yatimnya healing di hotel, ke villa donatur. Enggak tahunya di villa itu anak-anak yatim ini dilecehkan," ujar Dean Desvi.

Kasus tersebut diakui Dean sempat dilaporkan anak-anak panti sejak tahun 2023.

(*/tribun-medan.com)

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul TAMPANG Sudirman Pemilik Panti Asuhan Lecehkan 25 Anak, Modus Ajak Healing ke Bogor lalu Minta Pijit

Baca juga: Arman Jadi Korban Penembakan, Korban Luka di Leher dan Kepala, Pelaku Diduga Oknum Polisi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved