Kupi Beungoh
Playing Victim dan Politik Kentut Setan
Playing victim semacam itu tetap hidup di setiap musim politik. Beberapa contoh kasusnya secara terang terlihat pada Pilkada Aceh 2024
Oleh: Dr Nurlis Effendi*)
APAKAH ada perilaku playing victim yang paling konyol dalam politik di Aceh? Tentu tidak mudah mencari cerita seperti ini. Namun bukan berarti tidak ada.
Teman saya, Murthalamuddin saya menyapanya Bang Mur, orangnya kadang-kadang jenaka dan kadang-kadang ceukang punya cerita lama mengenai ini.
Mulailah Bang Mur bercerita. Alkisah hiduplah seorang Adipati di era tahun 1980-an. Mengepalai sebuah kadipaten di Pantai Utara.
Adipati Alòh namanya. Dia punya seorang saingan yang licik. Sang tokoh saingan itu bernama Kabòh.
Kabòh berkali kali ingin menemui Adipati Alòh. Tapi sang penguasa itu menolak. Sebab dia tidak suka si licik Kabòh.
Baca juga: Kampanye Pilkada 2024 Telah Dimulai, Usaha Percetakan di Aceh Masih Sepi Orderan
Kabòh tak kehilangan akal. Suatu hari, ia membawa segoni kotoran (tahi) lembu ke pendopo adipati. Lalu dia lumuri ke segenap penjuru pendapa.
Melihat kejadian itu. Sang penjaga berteriak. "Tuan Adipati, si Kaboh telah mengotori pendopo dengan kotoran sapi".
Adipati pun keluar. Dia tercengang melihat Kabòh bak kesurupan menyerak kotoran sapi. Aroma menyengat ke semua penjuru.
Ia pun memerintahkan penjaga memanggil Kaboh untuk masuk pendapa. Kabòh pun dengan riang mencuci tangan dan masuk ke pendapa.
Sesampai di dalam, Adipatipun mengamuk, teriakannya sampai menembus dinding pendapa.
Tidak yang tahu apa yang terjadi di dalam, tiba-tiba Kabòh menyeruak keluar pendapa. Ikat pinggangnya terlepas, celananya sedikit melorot.
Sambil berlari ke Tengah kota, Kaboh berteriak, “Adipati ingin mensodomi saya, Adipati memaksa menyodomi saya." Dia menjerit jerit sambil berlari mengelilingi kota yang sedang ramai.
Ternyata Kaboh sudah merancang aksinya itu. Tujuannya hendak mempermalukan Adipati. Kemudian menebar berita fitnah. Sehingga sebagian rakyat percaya Adipati sebejat itu.
Playing victim semacam itu tetap hidup di setiap musim politik. Beberapa contoh kasusnya secara terang terlihat pada Pilkada Aceh 2024.
Baca juga: Rudal Ukraina Tewaskan 6 Perwira Korea Utara, Kim Jong Un Perintahkan Pasukan Bergabung ke Rusia
| Refleksi HAB Ke-80 Kemenag Pasca Bencana Aceh-Sumatra: Sinergi Umat Dan Kemajuan Bangsa |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan |
|
|---|
| Bencana Banjir Aceh, Urgensi Pelukan Hangat Lintas Sektoral |
|
|---|
| Pulihkan Hulu Hutan Aceh Mulai dari Kesepakatan Moral ke Kerja Kolektif |
|
|---|
| Venezuela di Tengah Tarikan Kepentingan Global antara Cina dan Amerika Serikat |
|
|---|
