Berita Aceh Selatan
Anggota DPRA Minta Pemerintah Aceh Serius Tangani Persoalan Banjir Aceh Selatan
Pasalnya, banjir yang menjadi langganan di Aceh Selatan setiap tahunnya ini sudah berdampak kerugian yang sangat besar bagi masyarakat setempat.
Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
Pasalnya, banjir yang menjadi langganan di Aceh Selatan setiap tahunnya ini sudah berdampak kerugian yang sangat besar bagi masyarakat setempat.
Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan
SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Anggota DPRA, T Heri Suhadi SP alias Abu Heri meminta Pemerintah Aceh untuk serius menangani persoalan banjir yang saban tahun melanda sebagian kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan.
Pasalnya, banjir yang menjadi langganan di Aceh Selatan setiap tahunnya ini sudah berdampak kerugian yang sangat besar bagi masyarakat setempat.
"Ini persoalan serius, pemerintah tidak bisa hanya sekadar menyalurkan bantuan masa panik.
Namun penanganan banjir harus menjadi prioritas karena persoalan banjir di Aceh Selatan ini sudah terjadi puluhan tahun dan hingga saat ini belum juga tertangani dengan baik," kata Politisi Partai Aceh (PA) ini melalui Serambinews.com, Sabtu (12/10/2024).
Diungkapkan Abu Heri, dulunya Pemkab Aceh Selatan sudah mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk segera dibangun kanal.
Namun, usulan tersebut hingga kini belum kunjung terealisasi akibat anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kanal tersebut terlalu besar.
Baca juga: Koramil Darul Makmur Nagan Raya Bantu Bangun Jembatan Darurat di Jalan Putus Diterjang Banjir
"Jika pembangunan kanal susah untuk diwujudkan tentu pemerintah harus mencari solusi lain agar persoalan banjir di Aceh Selatan ini bisa teratasi dengan baik," ungkapnya.
Sebab, lanjut T Heri Suhadi, jika persoalan banjir ini terus dibiarkan tanpa adanya penanganan yang tepat dan serius, maka setiap tahun masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir akan selalu rugi besar.
Tentu nilainya tidak sebanding dengan bantuan masa panik yang disalurkan pemerintah. "Karenanya solusi yang tepat sangat diharapkan oleh masyarakat dalam hal penanganan banjir di Aceh Selatan ini," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Abu Heri juga meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas terkait untuk segera menyalurkan bantuan masa panik kepada korban banjir di Kabupaten Aceh Selatan.
Sebab saat ini sebagian masyarakat yang rumahnya terdampak banjir tidak bisa melakukan aktivitas dan mencari nafkah.
"Selain bantuan masa panik, pemerintah juga harus segera mencari solusi terhadap penanganan banjir di Aceh Selatan," pungkasnya.
Baca juga: Jeruk & Kulit Tuna Diracik Jadi Lotion Anti Nyamuk, Karya Mahasiswa USK Ini Dapat Dana Pengembangan
Seperti diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan melaporkan banjir luapan yang melanda wilayah tersebut menyebabkan 4.987 Jiwa terdampak dari 1.419 kepala keluarga dan 220 jiwa diantaranya mengungsi.
Hal itu berdasarkan data update pada pukul 12.56 WIB, Sabtu (12/10/2024) yang diterima Serambinews.com dari pusat pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Selatan
Menurut informasi yang dihimpun dari Pusdalops PB BPBD Aceh Selatan, akibat hujan dengan Intensitas sedang sampai dengan lebat yang mengguyur wilayah hulu sungai kluet, sejak Kamis (10/10/2024) menyebabkan air sungai meluap.
Oleh karena permukiman rumah warga di Kecamatan Kluet Tengah dan Kecamatan Kluet Utara terendam banjir. Bahkan jalan lintas Kota Fajar - Menggamat juga terendam sehingga untuk aktivitas warga terhambat.
"Oleh karena itu aktivitas warga di bantu dengan rubber boat dari BPBD Aceh Selatan dan juga perahu dari warga," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Aceh Selatan, H. Zainal,
Ia mengatakan banjir juga menyebabkan akses jalan nasional Tapaktuan - Subulussalam tepatnya di Desa Kedai Runding, Kecamatan Kluet Selatan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat berukuran kecil, Jum'at (11/10/2024) pagi.
Baca juga: Polsek Rundeng Pantau Warga 12 Desa Terdampak Banjir di Subulussalam, Ketinggian Air Capai 60 Cm
Selain itu, kata Zainal, banjir kiriman luapan Lae Soraya dari Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam juga menyebabkan Kecamatan Trumon Timur dan Trumon Tengah sejak Jum'at (11/10/2024) direndam banjir.
Pada Jum'at sekira pukul 10:16 WIB banjir kiriman luapan Lae Soraya dari Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam telah memasuki dan merendam perumahan penduduk di Gampong Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur dengan ketinggian air 40 cm," katanya.
Lebih lanjut, kata Zainal, personil Damkar PB 09 Trumon Timur pada pukul 16:01 wib kembali melaporkan bahwa banjir kiriman luapan Lae Soraya semakin meluas. ]
"Air telah memasuki dan merendam perumahan penduduk di Gampong Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur dengan ketinggian air 40 sampai dengan 50 cm," jelas Zainal.
Selain Kecamatan Trumon Timur, banjir kiriman luapan sungai Lae Soraya itu juga merendam Kecamatan Trumon Tengah.
"Sekira pukul 08:49 WIB banjir telah memasuki dan merendam akses jalan lintas gampong di Gampong Cot Bayu, Kecamatan Trumon Tengah dengan ketinggian air 60 hingga 90 centimeter," ungkap Kalak BPBD Aceh Selatan. (*)
| Bupati Aceh Selatan Mirwan Tunjuk Azhari sebagai Plt Kepala Bappeda |
|
|---|
| Bupati Mirwan Tunjuk Dharma Syahputra sebagai Plt Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah |
|
|---|
| Bupati Aceh Selatan Lantik 24 Pejabat Administrator, Ini Nama dan Jabatannya |
|
|---|
| Jatuh dari Batu di Goa Kalam Aceh Selatan, Pemuda Ini Patah Paha, Proses Evakuasinya Dramatis |
|
|---|
| Evakuasi Dramatis di Goa Kalam Aceh Selatan, Pemuda Asal Lhok Bengkuang Alami Patah Paha |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Heri-Suhadi-soal-banjir.jpg)