Konflik Palestina dan Israel
Profil Yahya Sinwar, Bos Hamas yang Dikabarkan Meninggal di Rarah, Musuh Nomor 1 Israel
Profil Yahya Sinwar merupakan pria yang lahir pada 1962 di kamp pengungsi Khan Yunis di Gaza selatan, mengutip The Journal.
SERAMBINEWS.COM - Beredar kabar kematian pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, setelah militer Israel mengklaim berhasil menewaskannya dalam serangan udara di Rafah, Gaza selatan pada Kamis (17/10/2024).
Sinwar, yang merupakan penerus Ismail Haniyeh, belum dikonfirmasi kematiannya oleh pihak Hamas.
Berita ini semakin memanas dengan beredarnya video dan foto di media sosial yang menunjukkan jasad yang diduga milik Sinwar tergeletak di antara reruntuhan bangunan.
Serangan ini menambah ketegangan yang sudah tinggi di kawasan tersebut, di mana konflik antara Israel dan Hamas terus berlanjut.
Lantas siapa sebenarnya Yahya Sinwar dan mengapa pemberitaan kabar kematiannya begitu menjadi sorotan?
Profil Yahya Sinwar merupakan pria yang lahir pada 1962 di kamp pengungsi Khan Yunis di Gaza selatan, mengutip The Journal.
Sinwar bergabung dengan Hamas ketika Sheikh Ahmad Yassin mendirikan kelompok tersebut sekitar waktu intifada Palestina pertama, atau pemberontakan, dimulai pada tahun 1987.
Sinwar membentuk aparat keamanan internal kelompok tersebut pada tahun berikutnya.
Keluarganya mengungsi dari desa Palestina Al-Majdal – sekarang kota Ashkelon di Israel – selama perang Arab-Israel.
Ia selanjutnya memimpin unit intelijen yang didedikasikan untuk menangkap dan menghukum tanpa ampun – terkadang membunuh – warga Palestina yang dituduh memberikan informasi kepada Israel.
Sinwar merupakan lulusan Universitas Islam di Gaza.
Dirinya mempelajari bahasa Ibrani dengan sempurna selama 23 tahun di penjara Israel dan dikatakan memiliki pemahaman mendalam tentang budaya dan masyarakat Israel.
Empat hukuman seumur hidup
Dia menjalani empat hukuman seumur hidup atas pembunuhan dua tentara Israel ketika dia menjadi yang paling senior dari 1.027 warga Palestina yang dibebaskan sebagai imbalan atas tentara Israel Gilad Shalit pada tahun 2011.
Sinwar kemudian menjadi komandan senior di Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, sebelum mengambil alih kepemimpinan keseluruhan gerakan di Gaza.
| Pemukim Israel Masuk Al-Aqsa Dikawal IOF, Ketegangan Meluas hingga Yerusalem dan Tepi Barat |
|
|---|
| Setelah Berbulan-bulan Ditutup, Rafah Gaza-Mesir Akhirnya Dibuka, Tapi Ada Syaratnya |
|
|---|
| Hamas Ingin Tetap Kuasai Keamanan Gaza, Tak Bisa Janjikan Pelucutan Senjata |
|
|---|
| Pengakuan Jurnalis Palestina, Saleh Aljafarawi Sebelum Gugur di Gaza: Saya Hidup dalam Ketakutan |
|
|---|
| Pengakuan Aktivis GSF Gaza: Disiksa di Sel Israel sebelum Akhirnya Dideportasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ketua-sayap-politik-gerakan-Hamas-Palestina-di-Jalur-Gaza-Yahya-Sinwar.jpg)