Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Banda Aceh

Modest Fashion Jadi Ajang Promosikan Wastra Aceh

Modest fashion juga dikatakan membuka peluang besar bagi wastra Aceh untuk dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Pj Ketua Dekranasda Aceh, Safriati didampingi ketua harian Dekranasda Aceh, Sukmawati, berfoto bersama usai Pagelaran Busana Pesona Wastra dalam Meuseuraya Festival 2024, yang digelar Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh di Gedung Landmark BSI, Banda Aceh, Jumat (18/10/2024). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pagelaran busana bertajuk "Pesona Wastra: Menjaga Warisan Melalui Modest Fashion" sukses digelar dalam rangkaian Festival Meuseuraya, Jumat (18/10/2024) di Gedung Landmark BSI, Banda Aceh.

Acara yang diprakarsai oleh Bank Indonesia Provinsi Aceh ini menampilkan koleksi busana dari desainer lokal dan nasional yang memadukan keindahan kain tradisional Aceh dengan sentuhan modern modest fashion.

Pj Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Hj Safriati, S.Si, M.Si menyatakan, pagelaran ini menjadi wadah penting untuk memperkenalkan warisan wastra Aceh seperti tenun, songket, dan batik kepada khalayak luas. 

"Wastra Aceh adalah kekayaan budaya yang harus kita jaga. Setiap kain tradisional yang ditampilkan tidak hanya indah, tetapi juga mengandung sejarah dan nilai budaya yang luar biasa," kata  Safriati.

Baca juga: BBM Subsidi Sering Langka, Pj Gubernur Minta Izin SPBU ‘Nakal’ Dicabut, Safrizal: Perlu Efek Jera

Ia juga mengapresiasi langkah menjadikan modest fashion sebagai tema utama. 

Menurutnya, busana yang sopan namun tetap modis ini sangat selaras dengan karakter masyarakat Aceh yang menjunjung syariat Islam, sekaligus relevan dengan tren mode global. 

Modest fashion juga dikatakan membuka peluang besar bagi wastra Aceh untuk dikenal lebih luas, baik di dalam negeri maupun di pasar internasional.

Pagelaran ini juga menjadi momentum penting dalam mengangkat produk lokal dan meningkatkan perekonomian kreatif di Aceh. 

Baca juga: Mahasiswa Asal Aceh Barat Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Kos-kosan, Polisi Amankan Pisau dari TKP

Dekranasda Aceh, yang turut mendukung acara ini, menyatakan komitmennya untuk terus mendampingi para pengrajin dan desainer lokal agar mampu bersaing di pasar global. 

"Kami ingin produk wastra Aceh menjadi kebanggaan bersama dan menjadi daya tarik ekonomi kreatif Aceh," tambah  Safriati.

Dengan tampilnya berbagai karya yang menggabungkan unsur tradisi dan modernitas, pagelaran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga upaya dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Aceh melalui busana yang relevan dengan perkembangan zaman.(mun)

Baca juga: 878 Lulusan Politeknik Negeri Lhokseumawe Diwisuda, Termasuk Lulusan Perdana Program Magister

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved