Rabu, 8 April 2026

Perang Gaza

Kepala Intelijen Israel Dekati Mesir, Jajaki Kembali Perundingan Pembebasan Sandera di Gaza

Keluarga para tawanan berharap bahwa pembunuhan pemimpin Hamas Yahya Sinwar akan menghidupkan kembali perundingan, tetapi Perdana Menteri Israel Benja

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Courtesy
Foto tanpa tanggal yang memperlihatkan empat tentara pengintai IDF yang disandera Hamas di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang dipublikasikan oleh keluarga mereka pada 16 Juli 2024. Dari kiri: Liri Albag, Agam Berger, Daniella Gilboa, dan Karina Ariev. 

SERAMBINEWS.COM - Kepala badan keamanan Israel bertemu dengan kepala intelijen Mesir untuk menghidupkan kembali perundingan pembebasan sandera di Gaza.

Media Israel melaporkan bahwa kepala Shin Bet, dinas keamanan Israel, bertemu dengan kepala intelijen Mesir di Kairo untuk menghidupkan kembali perundingan guna membebaskan tawanan yang masih ditahan di Gaza.

Diperkirakan setidaknya 100 orang tersisa di Gaza yang ditawan selama serangan 7 Oktober tahun lalu.

Tidak jelas berapa banyak dari mereka yang masih hidup.

Baca juga: GAZA TERKINI - Dikepung Tank, Dibombardir, Warga Palestina di Gaza Utara Menuju Kematian Pasti 

Pembicaraan untuk pembebasan mereka dengan imbalan gencatan senjata sebagian besar terhenti. 

Ribuan pengunjuk rasa mengangkat bendera dan plakat selama unjuk rasa antipemerintah yang menyerukan pembebasan warga Israel yang disandera oleh militan Palestina di Gaza sejak Oktober, di Tel Aviv pada 1 September 2024. - Keluarga sandera Israel telah menyerukan pemogokan umum nasional yang dimulai pada malam 1 September untuk memaksa pemerintah mencapai kesepakatan guna mengamankan pembebasan tawanan yang masih ditawan di Gaza.
Ribuan pengunjuk rasa mengangkat bendera dan plakat selama unjuk rasa antipemerintah yang menyerukan pembebasan warga Israel yang disandera oleh militan Palestina di Gaza sejak Oktober, di Tel Aviv pada 1 September 2024. - Keluarga sandera Israel telah menyerukan pemogokan umum nasional yang dimulai pada malam 1 September untuk memaksa pemerintah mencapai kesepakatan guna mengamankan pembebasan tawanan yang masih ditawan di Gaza. (AFP/JACK GUEZ)

Keluarga para tawanan berharap bahwa pembunuhan pemimpin Hamas Yahya Sinwar akan menghidupkan kembali perundingan, tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pertempuran akan terus berlanjut.

Khalil al-Hayya, kepala Hamas di Gaza, mengatakan bahwa tawanan tidak akan kembali sampai Israel menghentikan perang dan menarik pasukannya dari Gaza.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved