Minggu, 19 April 2026

Perang Gaza

Ini Tampang Bengis Komandan Brigade Lapis Baja 401 yang Tewas dalam Pertempuran di Gaza Utara

Menurut catatan dan rekam jejak digital, Kolonel Ehsan Daqsa merupakan perwira paling kejam dan bengis dalam operasi darat di Jabaliya.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/IDF
Menurut catatan dan rekam jejak digital, Kolonel Ehsan Daqsa merupakan perwira paling kejam dan bengis dalam operasi darat di Jabaliya. 

SERAMBINEWS.COM - Komandan Brigade Lapis Baja ke-401 IDF, Kolonel Ehsan Daqsa, tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza utara Minggu, militer mengumumkan.

Menurut penyelidikan awal IDF, tank Daqsa dan tank lainnya terkena alat peledak selama operasi di Jabaliya.

Daqsa adalah salah satu perwira paling senior yang tewas dalam pertempuran di Gaza.

Petugas lainnya terluka parah dalam insiden yang sama.

Daqsa, 41 tahun, berasal dari kota Druze Daliyat al-Karmel. 

Ia mengambil alih komando Brigade 401 pada bulan Juni. 

Daqsa juga mendapat penghargaan dari kepala Komando Utara atas keterlibatannya dalam Pertempuran Ayta ash-Shab pada tahun 2006.

Penyelidikan IDF atas kematian Kolonel Ehsan Daqsa, komandan Brigade Lapis Baja ke-401 di Jalur Gaza utara, menemukan bahwa perwira senior tersebut berada di luar tanknya bersama perwira lain ketika mereka terkena alat peledak.

Menurut penyelidikan terbaru, Daqsa, komandan Batalyon ke-52 brigade, dan dua perwira lainnya keluar dari tank mereka di Jabaliya dan berjalan beberapa meter ke titik pengamatan.

Lokasi tersebut telah dipasangi bom yang menewaskan Daqsa di tempat, melukai komandan Batalyon ke-52 dengan serius, dan melukai dua perwira lainnya yang tercatat dalam kondisi ringan dan sedang.

IDF telah menunjuk Kolonel Meir Biderman, wakil kepala Divisi ke-162, untuk menjadi penjabat komandan Brigade ke-401.

Kolonel Benny Aharon, mantan komandan Brigade 401 lainnya, akan menggantikan Biderman.

Letkol Daniel Ella, mantan komandan Batalyon ke-52 yang terluka cukup parah selama pertempuran di Gaza pada bulan Juli, akan kembali sebagai penjabat komandan batalion tersebut.

Menurut catatan dan rekam jejak digital, Kolonel Ehsan Daqsa merupakan perwira paling kejam dan bengis dalam operasi darat di Jabaliya. 

Kelompok tentara barbar di bawah komandonya kerap meneror dan membunuh warga sipil selama operasi berlangsung hingga hari ini.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved