Breaking News

Cahaya Aceh

Kapal PLTD Apung, Monumen Sejarah Saksi Bisu Tsunami Aceh 2004 dan Daya Tarik Wisata di Banda Aceh 

Zohatta juga mengungkapkan perasaannya saat ke kapal tersebut, ia merasa sedih saat membayangkan tragedi tsunami tersebut.

Editor: Agus Ramadhan
Kapal PLTD Apung, Monumen Sejarah Saksi Bisu Tsunami Aceh 2004 dan Daya Tarik Wisata di Banda Aceh  - Kapal-PLTD-Apung-0101.jpg
SERAMBINEWS.COM/Syifa Salsabila
Kapal Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Apung, monumen bersejarah yang berada di Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Kamis (24/10/2024).
Kapal PLTD Apung, Monumen Sejarah Saksi Bisu Tsunami Aceh 2004 dan Daya Tarik Wisata di Banda Aceh  - Wisatawan-asal-Malaysia-bersama-warga-lokal-saat-mengunjungi-Kapal-PLTD-Apung.jpg
SERAMBINEWS.COM/Syifa Salsabila
Wisatawan asal Malaysia bersama warga lokal saat mengunjungi Kapal PLTD Apung di Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Kamis (24/10/2024).

Salah satu wisatawan yang sering mengunjungi tempat wisata ini berasal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. 

Hal ini juga dikonfirmasi oleh Zohatta Mohammad Yusuf, wisatawan asal Selangor, Malaysia yang sudah dua kali mengunjungi kapal tersebut. 

“Saya berasal dari Selangor, Malaysia, ini menjadi kunjungan yang kedua kali saya kesini, jadi saya membawa rombongan agar mereka mengetahui tragedi tsunami ini,"

"Kapal ini terlihat sangat megah dan ada banyak momen yang bisa diabadikan,” ungkap Zohatta pada Serambinews, Kamis (24/10/2024).

Zohatta juga mengungkapkan perasaannya saat ke kapal tersebut, ia merasa sedih saat membayangkan tragedi tsunami tersebut.

“Pertama kali kesini, saya tidak bisa berkata-kata melihat ilustrasi tragedi ini, benar-benar sakit dengan korban yang banyak dan kehidupan yang tak terurus, banyak yang kehilangan keluarganya, saya merasa sangat sedih apalagi yang merasakannya,” jelasnya.

Ia mengakui tidak pernah bosan mengunjungi monumen bersejarah ini karena selalu ingin mencari tahu sejarah-sejarah lainnya. 

“Saya bersama istri sudah dua kali ke sini, kami tidak pernah bosan untuk mengunjungi dan mengetahui monumen sejarah lainnya yang menjadi saksi tsunami,” tambahnya.

Wisatawan Malaysia lain juga mengatakan bahwa mereka sangat kagum kepada masyarakat yang berada di sekitar yang sanggup menjalankan aktivitas kembali setelah tsunami.

Pastinya mereka sangat trauma terhadap bencana yang terjadi.

Bagi sebagian wisatawan, kapal ini tidak hanya indah, tetapi juga mengingatkan mereka akan bencana tsunami dan para korban yang tidak selamat.

“Orang sekarang senang-senang waktu melihat dan naik kapal ini, berfoto-foto. Sedangkan, kalau kita bayangkan dulu di area ini bahkan di bawah kapal ini banyak mayat yang terjepit dan tertimpa,” ujar salah satu wisatawan asal Medan.

Di balik keindahan kapal PLTD Apung yang kini menjadi daya tarik wisata, tersimpan kisah duka yang mendalam, mengingatkan kita akan pentingnya menghargai setiap kehidupan dan mengenang para korban yang tidak selamat dari bencana dahsyat tersebut. (*)

CEK ARTIKEL LAINNYA TENTANG WISATA ACEH DI SINI

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved