Minggu, 19 April 2026

Perang Ukraina vs Rusia

Ukraina Miliki Rudal yang Dapat Menyerang Moskow dan Membunuh Vladimir Putin

Yehor Chernev, ketua delegasi Ukraina untuk NATO, baru-baru ini mengungkapkan bahwa rudal Hrim-2 hampir siap untuk dikerahkan.

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/Interesting Engineering
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky baru-baru ini mengumumkan keberhasilan pengembangan dan uji coba peluncuran rudal balistik buatan lokal pertama negara itu selama Forum Kemerdekaan Ukraina 2024 di Kyiv. 

SERAMBINEWS.COM - Ukraina telah mengembangkan rudal yang mampu menyerang Presiden Rusia Vladimir Putin secara langsung, karena negara tersebut memperkuat pasukannya dalam konflik yang sedang berlangsung dengan Rusia.

Yehor Chernev, ketua delegasi Ukraina untuk NATO, baru-baru ini mengungkapkan bahwa rudal Hrim-2 hampir siap untuk dikerahkan.

Senjata tersebut memiliki kapasitas untuk mencapai Moskow, secara teoritis memungkinkan Ukraina untuk menargetkan Putin secara langsung.

Chernev menyatakan: "Percayalah, akan segera ada hasil konkret yang tidak hanya akan dilihat oleh Ukraina tetapi juga Federasi Rusia."

Hrim-2 adalah rudal balistik yang dilengkapi dengan hulu ledak seberat 1.100 pon dan memiliki jangkauan 300 mil, yang menandai peningkatan signifikan pada persenjataan rudal Ukraina.

Rudal tersebut diproduksi oleh perusahaan KB Pivdenne yang berkantor pusat di Dnirpo.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan keberhasilan uji coba Hrim-2 pada bulan Agustus.

Selain itu, Ukraina juga telah menyetujui kesepakatan dengan produsen senjata Belgia, Thales Belgium, untuk memasok rudal anti-drone.

Baca juga: Amerika Ancam Kim Jong Un: Jika Tentara Korea Utara Masuk Ukraina, Pulang dalam Kantong Mayat

Pertikaian internal Rusia meletus saat 'para jenderal Vladimir Putin saling menyerang'

Korea Utara dapat memperoleh teknologi militer dari Rusia sebagai imbalan pengiriman pasukan.

Korea Utara bersiap untuk meluncurkan uji coba rudal nuklir saat pasukan bersiap memasuki Ukraina

Menteri Industri Strategis Belgia Herman Smetanin mengatakan: "Kerja sama ini akan memperkuat industri pertahanan Ukraina dan perlindungan infrastruktur penting dari drone musuh."

Hal ini terjadi saat Rusia telah meningkatkan serangan drone-nya terhadap Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Kyiv melaporkan bahwa Rusia meluncurkan lebih dari 2.000 serangan drone di negara tersebut pada bulan Oktober, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 700 pada bulan September.

Ukraina terus mendorong keanggotaan NATO sebagai cara untuk melindungi diri dari agresi Rusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved