Lifestyle
Dokter Boyke Berbagi Tips Rumah Tangga Bahagia dan Pentingnya Batasan dengan Ipar
Rumah tangga bahagia merupakan dambaan setiap pasangan suami istri atau pasutri yang menjalankannya.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Mursal Ismail
"Jadi gini, jangankan ipar, kita keluarga-keluarga yang punya anak perempuan atau anak laki-laki, atau paman pun, kita harus pisahkan tempat tidurnya. Saya banyak mendapatkan kasus-kasus dimana terjadi 'hubungan seks' dan sebagainya antara paman dengan anak perempuan, antara paman dengan sesama anak laki-laki dan bisa terjadi pedofilia juga," sambungnya.
Mengingat tingkat keluarga kandung saja begitu ketat soal aturan pemisahan kamar. Nah, begitu juga dengan ipar, meski masih bagian dari keluarga, namun anda harus tegas untuk tidak memberikannya izin tinggal serumah.
Menurut dr Boyke, ini bukan soal sadis atau kesombongan dengan tidak memberikannya izin tinggal tetapi sebagai langkah awal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Meskipun itu saudara kalau bukan keluarga sebaiknya tidak usah tinggal bersama-sama. Bukan kita sadis atau tidak cinta sama saudara ya, karena bisa saja terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," tegasnya.
Apa yang Harus Dilakukan?
Lalu apa yang harus kita lakukan jika misalnya adik ipar ingin tinggal serumah dengan kita yang sudah berkeluarga?
Dalam hal ini, dr Boyke menganjurkan tiga hal.
Pertama, dalam hal ini diperlukan peran dari pasangan yang mempunyai hubungan dekat dengan ipar tersebut. Anjurkan padanya, untuk tinggal secara kos-kosan.
Kedua, jika memang ia tidak punya uang maka anda usahakan membantunya.
Terakhir, jika misalnya orang tua tetap menyuruhnya untuk tinggal bersama anda, katakan bahwa anda memiliki kehidupan rumah tangga sendiri, sehingga kehadirannya tidak menjadi penyebab gangguan-gangguan dalam masalah rumah tangga ke depannya.
"Bukan tidak sayang kepadanya tapi bagaimanapun kehadiran orang lain, orang ketiga ataupun dalam satu kehidupan rumah tangga itu tetap bisa menyebabkan ganguan-gangguan dalam berumahtangga," imbuhnya.
Perlu diingat, hidup secara ngekos merupakan suatu wadah untuk melatih pria / wanita mandiri.
Dalam hal ini, pentingnya orang tua membekali anak soal keimanan hingga pengetahuan soal edukasi seksual sehingga tidak melakukan hal-hal negatif saat hidup ngekos nanti.
"Terpenting juga selalu bekali yaitu iman, bekali mereka pengetahuan mengenai bahaya pacaran, pentingnya menjaga diri, dan ingatkan soal utamakan kehidupannya dalam mencapai tujuan kampus misalnya kalau dia kuliah," imbuhnya.
Terakhir, dr Boyke menegaskan bahwa kasus ipar adalah maut bukan hanya di film saja tetapi juga memang banyak di kehidupan nyata.
Maka jangan sampai hal tersebut terjadi di dalam kehidupan kita terutama pada pasutri yang baru membina rumah tangga.
"Jadi pada prinsipnya bangunlah keluarga sendiri, kalau ada adik ingin ikut sebaiknya jangan tinggal bersama, orang tua juga harusnya mengerti dengan kondisi ini, jangankan hanya adik, saudara jauh dan sebagainya kalau hanya tinggal beberapa saat sambil nunggu kos-kosan itu masih okelah.
Tapi kalau tinggal cukup lama bisa saja terjadinya yang namanya, ya namanya manusia bisa saja dia tertaik secara fisik dan emosial dengan orang lain dan itu mengganggu keharmonisan rumah tanga," pungkasnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
| Pesan dr Boyke: Komunikasi Jadi Kunci Utama Cegah Perselingkuhan dalam Rumah Tangga |
|
|---|
| Susah Percaya Lagi Usai Diselingkuhi Suami? Ini Cara Redakan Trauma dan Suudzon ala dr Aisah Dahlan |
|
|---|
| 6 Rekomendasi Deterjen Daia Terbaik |
|
|---|
| Lima Perubahan Gaya Hidup Sederhana yang Terbukti Membantu Hidup Lebih Lama dan Sehat |
|
|---|
| Tanpa Disadari, 8 Ucapan Istri Ini Bisa Melukai Harga Diri Suami, Simak Penjelasan dr Aisah Dahlan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Seksolog-dr-Boyke-Dian-Nugraha-SpOG-MARS.jpg)