Senin, 4 Mei 2026

Deputi Logistik dan Peralatan BNPB Tinjau Gudang Milik BPBD Aceh Besar 

Lilik Kurniawan menjelaskan bahwa dirinya akan menggunakan kesempatan peninjauan untuk mengetahui kesiapan BPBD dalam menghadapi berbagai bencana.

Tayang:
Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan, Lilik Kurniawan (baju biru) didampingi Kalaksa BPBD Ridwan Jamil meninjau ketersediaan Logistik dan peralatan yang di gudang Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar, di Gampong Sibreh Keumudee, Kecamatan Suka Makmur, Minggu (10/11/2024). FOTO/MC ACEH BESAR 

KOTA JANTHO - Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr Lilik Kurniawan ST MSi didampingi Kalaksa BPBD Ridwan Jamil SSos MSi, meninjau ketersediaan logistik dan peralatan yang dimiliki oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Besar. 

Adapun logistik dan peralatan itu disimpan dalam gudang yang berada di Gampong Sibreh Keumudee, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Minggu (10/11/2024).

Dalam kunjungannya, Lilik Kurniawan menjelaskan bahwa dirinya akan menggunakan kesempatan peninjauan untuk mengetahui kesiapan BPBD dalam menghadapi berbagai bencana. 

"Saya ingin mengetahui barang apa saja yang ada di sini dan kegunaannya, sekaligus untuk melihat kesiapan logistik serta peralatan yang sewaktu-waktu dapat didorong saat terjadi bencana alam," katanya. 

Lilik Kurniawan menegaskan, barang-barang yang ada dalam gudang harus selalu siap untuk dipergunakan sewaktu-waktu. Untuk itu, dia meminta agar dilakukan pemantauan logistik dan peralatan secara keberlanjutan. 

"Karena, logistik dan peralatan harus dirawat dan disimpan dengan baik, khusus untuk bahan makanan seperti makanan siap saji, mohon diperhatikan supaya tidak kadaluarsa atau expayer di dalam gudang," tegas Lilik Kurniawan 

Selain itu, Lilik Kurniawan meminta jajaran BPBD Aceh Besar, supaya selalu siap siaga menghadapi berbagai kondisi alam, apalagi dalam kondisi siaga darurat hidrometerologi ini, apalagi musim penghujan sangat besar potensi diakhir maupun awal tahun depan. 

"Maka untuk itu, selalu siaga dan berkoordinasi dengan semua instansi terkait, terutama cluster logistik guna memudahkan penanganan darurat di lapangan," imbuhnya.

Baca juga: Abiya Anwar Ajak Majelis Pengajiannya Menangkan Bustami-Fadhil di Pilkada 2024

Baca juga: Lama Pendam Keinginan Sepeda, Penjual Mi Caluk di Pidie Jaya Ini Malah Dapat Hadiah Sepeda Listrik

Sementara itu, Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, SSos, MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan arahan dari Deputi Logistik & Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Terima kasih Pak, kunjungan ini menjadi motivasi dan pengetahuan bagi kami dalam melaksanakan tugas sebagai badan penanggulangan kebencanaan dalam wilayah kabupaten Aceh Besar," ucap Ridwan Jamil. 

Kemudian, dihadapan Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Ridwan Jamil menyatakan, pada bulan September yang lalu Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM juga telah melakukan peninjauan langsung ke gudang untuk memastikan kesiapan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar. 

"Kedatangan Pj Bupati juga untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi terjadinya bencana Hidrometeorologi, terutama ancaman yang memasuki musim penghujan di bulan November dan Desember ke depan," sebut Ridwan Jamil. 

Bahkan, dikatakan Ridwan Jamil, Pj Bupati Muhammad Iswanto sempat menyaksikan langsung kegiatan tim BPBD Aceh Besar melakukan latihan kesiagaan menghadapi bencana, terutama kegiatan darurat paskabencana, seperti latihan pemasangan tenda darurat dan lainnya. 

“Alhamdulillah, petugas lapangan BPBD telah menunjukkan kesiagaannya dalam menghadapi bencana, terutama dalam peran kedaruratan termasuk langkah langkah menghadapi bencana Hidrometeorologi," ujarnya. 

Baca juga: VIDEO Jurnalis Tel Aviv Diteror Warga Belanda saat Meliput, Massa Teriakkan Slogan Menentang Israel

Baca juga: Bom Bunuh Diri di Stasiun Kereta Pakistan Tewaskan 26 Orang Termasuk Tentara, Puluhan Terluka

Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi disebabkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin, dan kelembaban. Karena, Fenomena alam ini yang mendorong naiknya intensitas hujan di Indonesia termasuk juga di Aceh. 

“Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, gelombang pasang, dan kekeringan, berpotensi akan terjadi,” demikian Ridwan Jamil.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved