Kamis, 14 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Prof Hasbi Layak jadi Pahlawan Nasional

"Prof Hasbi Ash-Shiddieqy layak kita perjuangkan sebagai Pahlawan Nasional. Apalagi putra kelahiran Lhokseumawe tersebut telah berkiprah di berbagai

Tayang:
Editor: mufti
IST
Prof Hasbi Ash-Shiddieqy 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Di momen peringatan Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada hari Minggu (10/11/2024), Anggota DPRK Lhokseumawe Farhan Zuhri SHum MPd, mengusulkan Prof Hasbi Ash-Shiddieqy, cendekiawan muslim asal Kota Lhokseumawe yang telah berkiprah secara nasional.

"Prof Hasbi Ash-Shiddieqy layak kita perjuangkan sebagai Pahlawan Nasional. Apalagi putra kelahiran Lhokseumawe tersebut telah berkiprah di berbagai peran," kata Farhan yang juga politisi PKS ini.

Farhan menjelaskan, Hasbi Ash-Shiddieqy merupakan tokoh intelektual Islam yang telah berjasa besar, terutama dalam pengembangan Perguruan Tinggi Islam dan Ilmu Pengetahuan Islam di Indonesia. Hasbi disebutkannya, mendapat gelar doktor (honoris causa) dari Universitas Islam Bandung tanggal 22 Maret 1975 dan IAIN Sunan Kalijaga pada tanggal 29 Oktober 1975.

Melalui wawasan fikih yang bernuansa reformis dan dinamis, buku hasil karyanya, termasuk Tafsir An-Nur (1952-1961) dan Tafsir al-Bayan, dan berbagai pemikiran Islam yang modernis, maka Hasbi Ash-Shiddieqy juga disebut sebagai salah satu seorang pembaharu Islam pada awal abad ke-20.

Farhan menyebutkan, ada beberapa alasan mengapa Hasbi Ash-Shiddieqy layak diajukan sebagai Pahlawan Nasional. Selain berjasa terhadap Negara dan Bangsa, Hasbi juga mengabdi dan berjuang hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya untuk didunia pendidikan secara nasional. 

“Selain itu, beliau pernah menghasilkan karya besar dalam ilmu fikih, tafsir dan beberapa lainnya yang bermanfaat bagi kesejahteraaan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa,” imbuhnya.

Menurut catatan, lanjut Farhan, karya tulis yang telah dihasilkannya berjumlah 73 judul buku, terdiri dari 142 jilid, dan 50 artikel. Sebagian besar karyanya adalah buku-buku fikih yang berjumlah 36 judul. Sementara bidang-bidang lainnya, seperti hadis berjumlah 8 judul, tafsir 6 judul, dan tauhid 5 judul. Selebihnya adalah tema-tema yang bersifat umum.

"Kita tahu, sebelumnya beliau sudah dianugerahi Bintang Mahaputera Utama melalui Keppres RI No. 067/TK/Tahun 2007 Tanggal 6 November 2007," urainya.

Dalam hal ini, Farhan menyampaikan harapannya kepada Pemko Lhokseumawe agar menfasilitasi proses pengusulan Prof Hasbi menjadi Pahlawan Nasional. “Awalnya kita berharap ada FGD (Focus Group Discussion) sebagai pijakan untuk meramu dan mengumpulkan secara komprehensif segala kebutuhan untuk pengajuan," harap Farhan.

Diakuinya, dalam proses ini ada tahapan yang harus dilalui. Melibatkan dinas sosial setempat untuk selanjutnya menyerahkan usulan calon pahlawan kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) agar diadakan penelitian dan pengkajian, dapat melalui proses seminar, diskusi maupun sarasehan.

Selain itu, Farhan mendorong agar nantinya selain rekomendasi, permohonan usul pemberian gelar diajukan langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe.  “Prosedurnya seperti itu, keterlibatan kepala daerah begitu fundamental. Semoga dalam beberapa tahun kedepan, Prof Hasbi Ash-Shiddiqiey bisa dianugerahi Pahlawan Nasional yang tentu sangat mengharumkan Kota Lhokseumawe ini," harap Farhan.(bah)

 

Profil Singkat Hasbi Ash-Shiddieqy

MUHAMMAD Hasbi Ash-Shiddieqy adalah tokoh intelektual terkemuka asal Aceh. Ia lahir pada 10 Maret 1904 di Lhokseumawe, Aceh Utara. Hasbi adalah putra dari Tengku Muhammad bin Muhammad Su’ud, seorang ulama pemilik pesantren dan Qadi Chik. Ibu Hasbi adalah Tengku Amrah, puteri dari Tengku Abdul Aziz pemangku jabatan Qadi Chik Maharaja Mangkubumi Kesultanan Aceh.

Gelar Ash-Shiddieqy disematkan oleh gurunya seorang berkebangsaan Sudan yang tinggal di Lhokseumawe bernama Syaikh Muhammad bin Salim al-Kalali karena Hasbi masih keturunan ke-37 dari Khalifah pertama Abu Bakar al-Siddiq.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved