Breaking News

Berita Aceh Tamiang

Tamiang Periksa Sampel Anggur Shine Muscat

Asra melanjutkan, “Berdasarkan pemeriksaan oleh pihak berwenang, anggur ini aman,”

Editor: mufti
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra berada di kios anggur shine muscat. Anggur asal Jepang ini dipastikan aman dikonsumsi. 

Kita tidak ingin ada pihak-pihak yang dirugikan atas isu yaang beredar, hari ini sudah dinyatakan aman, jadi isu miring tentang anggur shine muscat tidak benar. ASRA, Pj Bupati Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memeriksa sampel anggur shine muscat yang marak beredar di pasar. Pemeriksaan ini dipimpin langsung Pj Bupati Aceh Tamiang, Asra dengan mendatangi sejumlah pedagang anggur muscat sejak pekan lalu.

“Untuk menanggapi isu berkembang kami harus peka dan mengecek, karena ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat,” kata Asra kepada Serambi, Senin (11/11/2024).

Pemeriksaan di lapangan ini telah ditindaklanjuti dengan uji sampel yang mellibatkan Dinas Pangan Aceh. Sampel anggur yang memiliki warna khas hijau ini diambil dari tiga titik, masing-masing dua titik di Langsa dan satu titik di Aceh Tamiang.

Asra melanjutkan, berdasarkan pemeriksaan sampel itu, anggur asal Jepang yang dipasok melalui Tiongkok ini aman dikonsumsi. “Berdasarkan pemeriksaan oleh pihak berwenang, anggur ini aman,” tegas Asra.

Asra mengatakan, kepastian hasil layak konsumsi ini sangat penting karena menyangkut perekonomian dan kesehatan masyarakat. “Kita tidak ingin ada pihak-pihak yang dirugikan atas isu yaang beredar, hari ini sudah dinyatakan aman, jadi isu miring tentang anggur shine muscat tidak benar,” ungkapnya.

Kepal Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Aceh Tamiang, Asma’i menuturkan, pemeriksaan sampel anggur muscat ini merupakan inisiatif mereka untuk menjawab maraknya isu negatif. “Anggur ini kan lagi viral, kami bertanggung jawab untuk memastikan mengenai aman tidaknya dikonsumsi,” kata Asma’i melalui Kabid Distribusi Cadangan dan Keamanan Pangan, Sri Dwi Yulida.

Dwi menjelaskan, awalnya Dinas Pangan Aceh datang ke Langsa dan Aceh Tamiang untuk memeriksa sampel komoditas pangan, seperti cabai, bawang dan beras. “Tapi karena angur ini memang sedang viral, saya ajukan ke Dinas Pangan Aceh untuk sekalian diperiksa. Kebetulan Aceh Tamiang memiliki alat periksanya,” ujar Dwi.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan memotong anggur untuk diambil cairannya. Dari pemeriksaan itu diketahui residu yang dikandung anggur hijau itu masih dalam ambang batas wajar. (mad)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved