Berita Banda Aceh
Tokoh Agama Buddha dan Kristen: Syariat Islam Hapus Pemabuk, Judi dan Begal di Aceh
Afuk menilai Aceh Syariat Islam yang berlaku di Aceh sangat bagus dan mampu mewujudkan kenyamanan dan ketenteraman sosial di Aceh
SERAMBINEWS.COM, Ada sejumlah pihak di luar Aceh yang mempersepsikan Aceh sebagai daerah intoleran dalam hubungan umat beragama.
Persepsi negatif tersebut dibantah keras oleh dua tokoh agama Buddha dan Kristen asal Kota Langsa dalam pertemuan dengan pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh dan pejabat Kesbangpol Aceh, Jumat (15/11/2024), di Banda Aceh.
Afuk menilai Aceh Syariat Islam yang berlaku di Aceh sangat bagus dan mampu mewujudkan kenyamanan dan ketenteraman sosial di Aceh.
Baca juga: Netralitas Ulama Dalam Pilkada Aceh, Mungkinkah?
Lebih dari itu, kata Afuk, Syariat Islam yang diterapkan di Aceh malah mampu menghapus fenomena mabuk-mabukan, perjudian, aksi begal hingga pelacuran di Aceh.
“Aman dan nyaman sekali di Aceh. Syariat Islam telah menghapus pemabuk, judi, begal dan zina di Aceh,” tegas Afuk sebagaimana dikutip Sekretaris FKUB Aceh Hasan Basri M Nur.
Afuk melanjutkan, peminat minuman keras, judi dan pelacur tidak ada tempat di Aceh. Semua perbuatan tercela tersebut diatur pelarangannya dalam Qanun Syariat Islam tentang Hukum Jinayah.
Baca juga: 90 Anggota Kongres AS Desak Biden Untuk Memberi Sanksi Kepada Israel
Senada dengan Afuk, Pendeta HKBP Kota Langsa, Pdt Hotman Aritonang, mengajak orang luar untuk berkunjung langsung ke Aceh agar dapat menilai kondisi toleransi yang sebenarnya di Aceh.
“Cerita versi orang luar tentang Aceh tentu berbeda dengan versi orang yang tinggal di Aceh,” ujar Aritonang.
Dalam kesempatan itu, Ketua FKUB Aceh, H A Hamid Zein, mengajak semua tokoh agama di Aceh, termasuk Kota Langsa, agar tak pernah lelah dalam mengampanyekan Aceh damai dan toleran.
Baca juga: Iran Uji Rudal Balistik Antarbenua Tipe Super Berat, Hulu Ledak 1,5 Ton , Bisa Hancurkan Israel
Kampanye positif tentang Aceh, lanjut Hamid, akan berdampak bagi meningkatnya kunjungan wisatawan dan tentu saja berdampak ekonomi bagi Aceh jangka panjang.
Pertemuan difasilitasi oleh Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Aceh, Munawarsyah.
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut Munawar (Kabid Ideologi Kesbangpol Aceh), Surya Edy Rachman (Kabid Ketahanan Sosbud Kesbangpol Aceh), Tgk H Abdullah Usman, Tgk Muhammad Nas Ibrahim, Mirza Dek Yang, dan Zairil Terbangan.
Sementara dari Langsa tampak hadir Karifuddin Ciawi Afuk, H Hasanuddin (Ketua FKUB Langsa), Saifuddin Puteh, Raja Bangsawan, H Bustami SH MH, Pdt Hotman Aritonang, Rafian, Vera (unsur Kesbangpol Langsa).
Baca juga: Biadab! Israel Serang dan Hancurkan Masjid Terakhir di Desa Bedouin, Bagian Yahudisasi Wilayah Arab
| Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Edukasi Warga Gampong Alue Deah Tengoh Cegah Gigi Berlubang |
|
|---|
| ASDP Rencanakan Buka Pelayaran Kapal Jakarta-Aceh, Termasuk Angkut Kontainer Atas Kendaraan |
|
|---|
| Hari Kartini, 60 Perempuan Profesi Diedukasi Tentang Keselamatan Berkendara |
|
|---|
| Rektor Resmi Lantik Pengurus BEM USK 2026, Ini Susunan Pengurusnya |
|
|---|
| Pengurus BEM USK 2026 Resmi Dilantik, Rektor Pesan satu Hal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FKUB-Aceh-dan-Kesbangpol-Aceh.jpg)