Pilkada 2024

Fauka Noor Farid Bawa Pesan Khusus Prabowo untuk Pilkada Aceh

Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 November mendatang, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengirim utusan.....

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: IKL
For Serambinews
Fauka Noor Farid Bawa Pesan Khusus Prabowo untuk Pilkada Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 27 November mendatang, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengirim utusan khusus ke Aceh, Fauka Noor Farid

Selama di Aceh, mantan anggota Tim Mawar Kopassus TNI Angkatan Darat (AD) ini melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh dan alim ulama, termasuk menjadi narasumber podcast di Kantor Harian Serambi Indonesia pada Sabtu (16/11/2024). 

Politikus Partai Gerindra ini mengaku membawa pesan khusus Prabowo Subianto untuk Pilkada Aceh. 

Ia mengatakan Prabowo percaya pasangan Muzakir Manaf dan Fadhullah (Mualem-Dek Fadh) akan mampu menunaikan janji politiknya apabila terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh. 

Hal itu disampaikan Fauka saat membahas isu Pilkada Aceh dalam podcast bersama Pemimpin Redaksi (Pemred) Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur di Kantor Harian Serambi Indonesia, Sabtu (16/11/2024) siang. 

“Kenapa Pak Prabowo sampai sekarang masih percaya dengan Mualem dan Dek Fadh. Pak Prabowo ini adalah orang yang senang dengan kawan atau anak buah atau siapapun yang memiliki loyalitas dan kesetiaan,” kata Fauka. 

“Apa pun orang bicara tentang Mualem, tapi dia seorang yang loyal terhadap Pak Prabowo, seorang yang setia terhadap Pak Prabowo. 

Baca juga: Simbol Kesinambungan Perdamaian Aceh,  Sofyan Dawood Dukung Pasangan Mualem-Dek Fadh

Begitu selesai MoU Helsinki, Mualem langsung mendukung Pak Prabowo. Makanya, sampai saat ini Pak Prabowo percaya pada Mualem,” ujar Fauka. 

“Sedangkan Dek Fadh, memang sudah dipersiapkan (sebagai wakil gubernur Aceh). Makanya Dek Fadh tidak masuk DPR RI lagi karena sudah dikasih tugas oleh Pak Prabowo untuk mendampingi Mualem memimpin Aceh ini. Ini yang perlu digarisbawahi,” tegasnya. 

Seperti diketahui, pasca perdamaian Aceh terwujud di Helsinki, Finlandia pada 15 Agustus 2005 silam, hubungan Mualem sebagai mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Prabowo begitu intens, khususnya saat Pemilu, Pilkada, dan Pilpres. 

Partai Aceh yang dipimpin Mualem berafiliasi dengan Gerindra. Mualem dan Partai Aceh sudah setia mendukung Prabowo sebagai calon presiden sejak Pilpres 2014 hingga Prabowo terpilih sebagai Presiden RI pada Pilpres 2024. 

“Mualem orangnya tidak banyak bicara, tapi loyal dan setia. Saya dari 2014 dampingi Pak Prabowo dan Mualem keliling kemana-mana. Pak Prabowo orang yang tahu tentang balas budi. Kan susah mencari orang yang loyal dan setia,” ungkap dia. 

Baca juga: Kampanye Partai Aceh di Lapangan Merdeka Langsa Sesak, Ini Janji Cawawalko Nurzahri dan Cagub Mualem

Jika Mualem dan Dek Fadh memimpin Aceh ke depan, lanjut Fauka, maka akan lebih mudah menjalankan program-program pembangunan, kesejahteraan dan kemakmuran di Aceh. 

“Karena masih satu garis komando, tegak lurus,” ujar Fauka yang juga mantan komandan kelompok khusus Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. 

Rangkul semua pihak Dalam podcast tersebut, Fauka Noor Farid yang juga Direktur Eksekutif Institut Kajian Pertahanan dan Intelijen Indonesia menyampaikan pesan kepada semua kepala daerah yang diusung Gerindra agar bisa merangkul semua pihak dalam meraih kemenangan. 

“Kalau Anda nanti menjadi gubernur, jadilah gubernur untuk seluruh masyarakat Aceh. Penuhi janji kalian yang sudah disampaikan kepada Pak Prabowo, bisa mensejahterakan dan memakmurkan rakyat,” ujarnya. 

Fauka juga meminta Mualem dan Dek Fadh untuk bisa mengorbankan kepentingan pribadi atau golongan serta memikirkan kepentingan rakyat apabila terpilih menjadi pemimpin Tanoh Rencong. 

“Jangan membeda-bedakan suku ras, nggak boleh. Kalian adalah calon gubernur dan wakil gubernur yang nanti menjadi gubernur dan wakil gubernur. Bukan milik kelompok. Itu pesan Pak Prabowo,” tegas dia. 

Karena itu, Fauka meminta Mualem dan Dek Fadh untuk meniru gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, merangkul semua pihak. 

Karena bagi Prabowo, lanjut Fauka, satu musuh terlalu banyak, seribu kawan masih kurang. 

“Kalian yang menjadi calon gubernur dan wakil gubernur di Aceh, harus memiliki filosofi Pak Prabowo, satu musuh terlalu banyak, seribu kawan masih kurang. Jadilah pemimpin yang amanah, rakyat Aceh menunggu ini,”ujarnya. 

Kepada masyarakat Aceh, Fauka berharap dapat memberi dukungannya kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut 02, Mualem-Dek Fadh pada Pilkada yang berlangsung 27 November mendatang. 

“Jangan lagi berpikir (Mualem-Dek Fadh) tidak didukung (Prabowo). Saya datang ke sini menandakan Pak Mualem didukung oleh Pak Prabowo. Kalau ada isu Pak Prabowo tidak dukung Mualem. Itu hanya musuh yang berusaha untuk (menjatuhkan),” imbuh Fauka. 

Lanjutkan dana otsus Dalam podcast yang ber langsung 30 menit itu juga membahas masalah dana otonomi khusus (otsus) Aceh yang akan berakhir tahun 2027. 

Fauka menegaskan bahwa dana otsus Aceh akan terus berlanjut di bawah pemerintahan Prabowo. 

“Saya pikir dana otsus akan terus berlanjut selama kepemimpinan Pak Prabowo sebagai Presiden. Karena tujuannya untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat Aceh. Kalau itu sudah bagus, kenapa harus diputus. 
Terus lanjutkan. Saya yakin Pak Prabowo pasti akan melanjutkan,” ujar dia. 

Yang penting, kata Fauka, gubernur, bupati dan wali kota di Aceh bertanggung jawab atas pengelolaan dana otsus untuk kepentingan rakyat. 

“Harus benar berpikir untuk rakyat, jangan pikir untuk diri sendiri, udah bukan masanya lagi,” lanjut Fauka. 

“Kalau mau itu, tolonglah Mualem dan Dek Fadh yang sudah diberi rekomendasi oleh Pak Prabowo, dukung dan menangkan,” beber Fauka. 

Dalam kesempatan silaturahmi dengan Redaksi Harian Serambi Indonesia dan mengisi acara podcast tersebut, Fauka ikut ditemani Sekretaris Gerindra Aceh, Abdurahman Ahmad, anggota DPRA dari Gerindra, Khairil Syahrial, dan Juru Bicara Mualem-Dek Fadh, Mahfudz Y Loethan serta sejumlah tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh nomor urut 2 ini.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved