Breaking News

Kesehatan

Ternyata Pria juga Alami 'Menopause', Dokter Boyke Ungkap Usia Paling Rentan

Menopause yaitu ketika wanita sudah tidak lagi menstruasi, selama ini sebagian besar masyarakat hanya mengetahui menopause.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Eddy Fitriadi
IST
BOYKE DIAN NUGRAHA. Ternyata Pria juga Alami 'Menopause', Dokter Boyke Ungkap Usia Paling Rentan. 

SERAMBINEWS.COM - Mungkin selama ini kita hanya mengetahui menopause, yaitu fase ketika wanita sudah tidak lagi mengalami masa menstruasi.

Umumnya, pada kondisi itu ada perubahan hormon pada wanita dan berbagai keluhan mulai dirasakan.

Namun, ternyata tak hanya wanita yang bisa mengalami menopause, pasalnya pria pun juga mengalami hal tersebut.

Menopause pada pria disebut juga sebagai andropause, adalah kondisi yang hampir mirip dengan wanita yaitu adanya perubahan pada hormon seiring dengan bertambahnya usia.

"Pada pria mengalami namanya andropause, seperti menopause pada wanita," kata dr Boyke dilansir Serambinews.com dari TikTok @boykewomenscare.

Baca juga: Meski belum Nikah, Pria dan Wanita Harus Tahu, dr Boyke Beberkan 4 Cara Meningkatkan Kesuburan

Dokter sekaligus seksolog, dr Boyke menyatakan bahwa salah satu gejala dari andropause ini adalah berkurangnya hormon testosteron pada pria.

Sementara gejala yang paling sering dirasakan ketika memasuki masa andropause ini adalah disfungsi ereksi.

"Gejala yang paling sering dirasakan adalah disfungsi ereksi jadi tidak sekeras dulu," sambungnya.

Sama dengan wanita, masing-masing pribadi memiliki usia yang sangat berbeda-beda, pria pun demikian.

Namun, dr Boyke menekankan biasanya andropause dengan kondisi hormon menurun signifikan biasanya terjadi pada pria usia 57-60 tahun ke atas.

"Biasanya di umurnya beda 10 tahun, artinya kalau perempuan 50 tahun, laki laki itu 57-60 baru mengalami andropause," pungkas dr Boyke.

Baca juga: dr Boyke: Predator Seksual Sering Kali Berkedok Orang Baik dan Membantu, Dia Sembunyikan Kelainannya

Polusi Udara Bisa Merusak Kesuburan Pria dan Wanita, Ini Solusinya

Udara yang sudah tercemar polutan umumnya banyak sekali mengandung senyawa beracun.

Senyawa beracun itulah yang dapat mempengaruhi kesuburan tak hanya wanita tetapi juga pria.

Dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube kacamata dr Boyke, dari data yang dikumpulkan, Indonesia mengalami peningkatan angka infertilitas dibanding 30 tahun yang lalu.

Dimana menurut dr Boyke, pada tahun 1990, Indonesia khususnya Jakarta memiliki 10-15 persen angka infertilitas, sementara tahun 2023 ini naik menjadi 20 persen.

Pada pria, polusi udara membuat jumlah produksi sperma berkurang, memperlambat gerakan sperma hingga menghasilkan sperma yang cacat.

"Jadinya spermanya banyak yang gak punya ekor, sperma yang terpotong kepalanya, itu semua akibat dari polusi udara," kata dr Boyke.

Baca juga: Inilah Dosis yang Tepat Gunakan Daun Sirih untuk Kebersihan Organ Intim, dr Boyke : Jangan Asal

Sementara pada wanita, dengan adanya polusi udara, ia rentan mengalami mandul hingga menghasilkan sel telur yang lebih sedikit.

Sel telur yang dihasilkan menjadi rentan, mudah sekali terinfeksi, kualitas telurnya jelek bahkan menurut dr Boyke, ada penelitian yang mengatakan apabila kualitas sel telurnya jelek, maka lebih mudah terjadinya keguguran.

"Itu juga mengakibatkan lahir bayi juga lebih prematur, itu baru dari sisi pembuahan dan kondisi di dalam kandungan, termasuk pertumbuhan janin yang terhambat, jadi efeknya kayak merokok juga gitu, lebih global," sambungnya. 

Tentunya kondisi ini menjadi perhatian kita semua dimana ada banyak dampak buruk yang ditimbulkan dari polusi udara termasuk masalah pernapasan hingga menganggu kesuburan. 

Agar kesuburan semakin terjaga di tengah meningkatnya polusi udara, dr Boyke lantas meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesehatannya melalui makanan yang dikonsumsi.

"Jadi harus bagaimana? Anggaplah semua polutan-polutan itu radikal bebas, jadi tolong pertama dalam diet itu mesti banyak makan sayur dan buah," katanya. 

Baca juga: dr Boyke: 70 Persen Penyebab Keguguran pada Wanita adalah Infeksi, Tidak Dianjurkan Minum Jamu?

Dengan cara mengonsumsi sayur dan buah, sambung dr Boyke itu merupakan dukungan untuk memenuhi asupan antioksidan yang bisa mengatasi polutan tersebut. 

Kedua, anda diharuskan menjaga kesehatan. Paling utama, jangan sampai terkena penyakit diabetes dan hipertensi. 

"Karena itu mengakibatkan pembuluh darah akut juga polusi udara itu," sambungnya.

Ketiga, jaga pola makan. Hindari makan makanan sembarangan, hindari makanan 3G yaitu, gorengan, mengandung garam dan gula.

"Maka jaga juga jangan sampai polutan udara masuk, jangan makan gula sembarangan, jangan makan gorengan, kemudian jangan makan garam banyak juga yang asin asin," tambahnya.

Selanjutnya, rutinkan olahraga. Apabila olahraga di luar ruangan, maka pilihlah waktu pagi, waktu dimana belum banyak orang beraktivitas dengan menggunakan sepeda motor dan sebagainya.

Namun jika di luar banyak polusi, anda bisa melakukan olaraga di dalam rumah dengan menggunakan air purifer.

Sementara untuk menangkal radikal bebas di tengah tingginya polusi udara, dr boyke juga meminta tolong kepada anda agar mengonsumsi jus buah sehari tiga kali.

"Minta tolonga ayo makan jus buah sehari tiga kali, mau nanas, jeruk, mau pepaya yang murah meriah, mau kedondong silakan," tambahnya. 

Terakhir, hindari kegiatan yang tidak terlalu penting di luar rumah, kalau pun mengharuskan keluar rumah, maka gunakan masker.

dr Boyke juga menganjurkan agar anda membeli mesin khusus untuk mengecek kualitas udara, alat ini dapat mendeteksi kualitas udara sehingga kita bisa lebih antisipasi.

"Beli deh itu untuk mengecek polusi udara, harganya murah ada yang 100 -200 ribu, kamu cek kalau dirumah tinggi, kamu mendingan tutup semua jendela daripada polutan masuk ke ruangan menganggu kita dan menganggu kesehata kita semua," pungkasnya.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved