dr Boyke: Predator Seksual Sering Kali Berkedok Orang Baik dan Membantu, Dia Sembunyikan Kelainannya

Seksolog dr Boyke yang dikenal sebagai pakar seks kenamaan Indonesia menanggapi terkait maraknya kasus pencabulan di Tanah Air.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Boykepedia
Seksolog dr Boyke yang dikenal sebagai pakar seks kenamaan Indonesia menanggapi terkait maraknya kasus pencabulan di Tanah Air. 

SERAMBINEWS.COM - Seksolog dr Boyke yang dikenal sebagai pakar seks kenamaan Indonesia menanggapi terkait maraknya kasus pencabulan di Tanah Air.

Salah satu kasus yang mendapat sorotan adalah kasus pencabulan dengan orientasi seks menyimpang yang dilakukan oknum Kepala Yayasan terhadap anak asuhnya yang mencapai puluhan anak di Tangerang, kasus ini sangat viral beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, dr Boyke mengatakan, kasus pencabulan tersebut termasuk juga ke dalam seks menyimpang, yang dimana pelakunya adalah seorang gay

Gay adalah pria yang mencintai atau merasakan rangsangan seksual sesama jenisnya. 

"Yang namanya seks menyimpang boleh dikatakan penyimpangan orientasi seksual atau yang dikenal dengan gay," kata dr Boyke

Dalam perspektif dr Boyke, kepala yayasan tersebut memang sengaja menampung anak yatim piatu dan memanfaatkan kondisi lemah mereka.

"Dalam arti kata, secara mental pun dia sudah merasa tidak punya ayah tidak punya ibu sehingga anak laki-laki tersebut ketika mendapatkan oknum yayasan itu dan menganggap dia seperti ayah, jadi dia dipeluk dan sebagainya pada mula mulanya mau-mau saja tetapi akhirnya terjadilah yang namanya hubungan seks yang menyimpang," sambungnya. 

Baca juga: Toge Bisa Meningkatkan Kesuburan dan Membantu Cepat Hamil, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasan dr Boyke

Kasus pencabulan dan penyimpangan seksual ini tidak hanya terjadi di panti yayasan yatim piatu saja tetapi di tempat lainnya juga berisiko tinggi seperti di tempat-tempat yang tertutup.

Meski demikian, kondisi ini memang cenderung dialami oleh anak yatim piatu di sebuah yayasan.

Pasalnya, anak-anak tersebut tidak mempunyai tempat untuk bercerita dan mendapat kasih sayang, sehingga apabila dia menemukan kasih sayang pada orang lain, anak tersebut akan mudah menuruti keinginan dari predator seksual.

"Anak yatim piatu mereka mau bercerita kepada siapa? Satu-satunya dia ceritakan cuma pada kepala yayasan ataupun guru-guru di sana," timpalnya.

dr Boyke melanjutkan, bahwa orang-orang dengan penyimpangan seksual ataupun predator seksual memang kerap memiliki sikap seolah-olah baik dan ingin memabantu, padahal sebenarnya mereka menutupi orientasi seksualnya.

"Itu mereka kadang-kadang berkedok seperti orang yang baik yang membantu, tapi dibalik kedok itu mereka mempunyai penyimpangan seksual atau kelainan orientasi seksual," tegasnya.

Baca juga: Pola Makan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini Tips dr Boyke untuk Hamil Anak Laki-Laki Atau Perempuan

Melihat maraknya kasus pencabulan, dr Boyke mengimbau kepada masayarakat agar semakin waspada dan jangan sampai anak-anak kita terjebak dalam kasus tersebut.

Jika anda ingin menitipkan anak di boarding school ataupun di lembaga-lembaga keagamaan, pastikan bahwa apakah pengurusnya itu tidak mengalami kelainan orientasi seksual.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved