Info Mualem Dek Fadh

Dek Fadh: Angkat Guru Honorer Jadi PPPK Tanpa Tes Sebagai Penghormatan Pengabdian

Calon wakil gubernur Aceh nomor urut 2 Fadhlullah atau Dek Fadh: Angkat Guru Honorer Jadi PPPK Tanpa Tes Sebagai Penghormatan Pengabdian

Penulis: IKL | Editor: Muhammad Hadi
for Serambinews
Calon Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh 

BANDA ACEH Calon Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, menyerukan perhatian serius terhadap nasib para guru honorer dalam pertemuan bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Honorer Nasional Provinsi Aceh pada Jumat, 22 November 2024, di Banda Aceh.

Ia meminta pemerintah segera mengangkat guru honorer yang telah lama mengabdi menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tanpa melalui proses seleksi.

Dek Fadh mencatat banyaknya guru honorer yang telah belasan hingga puluhan tahun mengabdi tanpa kepastian status kepegawaian.

Baca juga: Survei LSI: Mualem Dek Fadh Unggul

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang hampir memasuki usia pensiun masih berstatus honorer.

Kampanye akbar pertama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mualem-Dek Fadh di Lapangan Simpang Mulieng, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (20/11/2024)
Kampanye akbar pertama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mualem-Dek Fadh di Lapangan Simpang Mulieng, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (20/11/2024) (FOR SERAMBINEWS.COM)

“Pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada regulasi untuk menyelesaikan masalah ini. Aspek kemanusiaan harus menjadi pertimbangan utama agar para guru honorer yang telah lama mengabdi bisa menikmati kehidupan yang lebih layak,” tegas Dek Fadh dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, pekerjaan sebagai guru honorer menghadirkan banyak tantangan. Dengan status bukan pegawai negeri, mereka menerima penghasilan dan tunjangan yang jauh lebih rendah dibandingkan guru berstatus PNS.

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Hadiri Kampanye Akbar Mualem-Dek Fadh di Aceh Utara

Banyak guru honorer bahkan hanya mendapatkan gaji di bawah upah minimum regional, sehingga kesulitan mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Para guru honorer ini telah bekerja tanpa kenal lelah demi mencerdaskan generasi bangsa. Sudah waktunya mereka mendapatkan penghargaan yang layak.

Mengangkat mereka menjadi PPPK tanpa tes adalah bentuk penghormatan atas pengabdian luar biasa mereka,” ujarnya penuh semangat.

Dek Fadh juga menekankan bahwa langkah ini bukan hanya solusi praktis, tetapi juga tindakan keadilan sosial untuk meningkatkan taraf hidup para guru honorer yang telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan.

“Pengabdian selama puluhan tahun tidak boleh diabaikan. Ini saatnya pemerintah hadir dan memberikan keadilan bagi mereka," tutupnya.

Baca juga: Terkait Dukungan Prabowo Untuk Mualem-Dek Fadh, Gerindra Aceh Minta Andi Sinulingga Jangan Baperan

Sementara itu, Ketua DPW Aliansi Honorer Nasional Aceh, Marzuki, SH., MH., menyambut baik gagasan yang disampaikan oleh Dek Fadh dan berharap langkah ini dapat direalisasikan.

Marzuki juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat 24.000 tenaga honorer di Aceh yang terdaftar dalam Pangkalan Data BKN Pusat.

Ribuan massa yang terdiri dari relawan dan simpatisan pendukung pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf-Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh) dan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Pidie, Sarjani Abdullah-Alzaizi, padati Lapangan Simpang Tugu Aneuk Mulieng, Sigli, Pidie (11/11/2024).
Ribuan massa yang terdiri dari relawan dan simpatisan pendukung pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf-Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh) dan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Pidie, Sarjani Abdullah-Alzaizi, padati Lapangan Simpang Tugu Aneuk Mulieng, Sigli, Pidie (11/11/2024). (for Serambinews)

 Ia menyoroti bahwa sebagai daerah dengan status otonomi khusus, Aceh memiliki peluang untuk menggunakan regulasi khusus, seperti yang dilakukan Papua, guna menyelesaikan masalah honorer.

Melalui hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) AHN dan audiensi dengan DPR RI serta BKN Pusat, Marzuki menyarankan agar pemerintah Aceh memanfaatkan jalur khusus untuk mengajukan penyelesaian permasalahan honorer kepada pemerintah pusat, sebagaimana dilakukan oleh Papua.

Hal ini, menurutnya, bisa menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan nasib guru honorer di Aceh.(Ikl)

Baca juga: Warga Abdya Siap Menangkan Mualem - Dek Fadh, Targetkan Kuasai 80 Persen Suara 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved