Berita Banda Aceh

Forum PRB Aceh Sosialisasi Mitigasi Bencana di Dayah Sidiq, Santri Menangis Nonton Film Tsunami

“Saat film tersebut mempertontonkan luluh lantaknya Banda Aceh dan Aceh besar, para siswa tercengang dan sedih,” papar Hasan Dibangka.

Penulis: Saifullah | Editor: Saifullah
Dok Forum PRB Aceh
Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh melakukan sosialisasi mitigasi bencana di Dayah Sidiq Leupung, Aceh Besar, Rabu (20/11/2024). 

Laporan Saifullah | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh melakukan sosialisasi mitigasi bencana di Dayah Sidiq Leupung, Aceh Besar, Rabu (20/11/2024).

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari agenda peringatan 20 tahun Tsunami Aceh, di mana Forum PRB Aceh mengusung program memperkuat mitigasi bencana di lingkungan dayah dan pesantren.

Sebelumnya, Forum PRB Aceh juga sudah melakukan silaturahmi mitigasi ke Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Pagar Air. 

Silaturahmi mitigasi ini diawali komunikasi yang terbangun sebelumnya setelah pelaksanaan kegiatan pengukuran ketangguhan pada 9 sekolah serta simulasi bencana gempa bumi dan tsunami di SMA Negeri 1 Baitussalam, Aceh Besar pada 9-13 November 2024 atas dukungan United Nations Development Programne (UNDP).

Ketua Forum PRB Aceh, Muhammad Hasan, SSi, MSi mengatakan, sosialisasi mitigasi bencana di Dayah Sidiq dilakukan tahap awal melalui pengisian quisioner untuk 20 persen siswa, guru dan manajemen sekolah.

“Quisioner ini guna mengetahui sejauhmana pengetahuan dasar dan kapasistas guru terhadap mitugasi dan manajemen sekolah,” kata Hasan Dibangka.

Setelah itu, urai dia, dilanjutkan dengan pemutaran film kebencanaan yang diproduksi oleh BPBA tahun 2014.

Di mana pemeran dalam film tersebut adalah aktor Aceh yang populer dengan filem komedi Umpang Breuh, seperti Haji Uma, Bang Joni, dan lainnya.

“Para santriwan dan santriwati didampingi ustaz dan ustazah sangat senang dan antusias saat menonton film kebencanaan itu,” bebernya.

“Saat film tersebut mempertontonkan luluh lantaknya Banda Aceh dan Aceh besar, para siswa tercengang dan sedih,” papar Hasan Dibangka.

“Terlebih saat mereka melihat anak-anak dan ibu-ibu yang menjadi korban tsunami, ada di antara para santri keluar air mata tanpa sadar,” ujar Ustaz Muslim, pengasuh Dayah Sidiq.

Setelah menonton film bersama, para santriwan dan santriwati diajak untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan terhadap adegan di film tersebut.

“Ternyata mereka juga menyampaikan begitu pentingnya pengetahuan bencana. Karena itu bagian dari ikhtiar yang diperintahkan dalam agama yaitu dari menyelamatkan diri diri dan keluarga,” ujar seorang santriwati, Nada Palestine.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved