Jumat, 17 April 2026

Pilkada Subulussalam 2024

Pilkada Makin Dekat, Ini Pesan Damai Tokoh Masyarakat Kota Subulussalam

Syahyuril,  berharap tidak ada percikan konflik yang mengganggu keamanan daerah apalagi sampai menyeret rakyat jelata...

Penulis: Khalidin | Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
drH Syahyuril, Tokoh Muhammadiyah dan pengurus Forum Komunikasi Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Subulussalam. 

Laporan Khalidin Umar Barat I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM -  Pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wali Kota dan Wakil Wali Subulussalam tahun 2024 tinggal menghitung hari.

Rabu 27 November pekan depan akan menjadi momentum demokrasi bagi 66.282  masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih di Pilkada Kota Subulussalam untuk lima tahun ke depan. 

Seiring dengan semakin dekatnya jadwal pemungutan terbesit sederet  harapan masyarakat dan tokoh Kota Sada Kata tersebut.

Sebab, Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam kali ini menjadi momen paling hangat dan diperkirakan menyerupai kegiatan serupa pada tahun 2013 lalu.

Harapan, masyarakat agar pesta demokrasi yang berlangsung pada 27 November  tersebut menjadi penentu pemimpin Kota Subulussalam periode 2024-2029. 

Karena menjadi penentu, setidaknya momen ini akan membuka mata dan hati masyarakat dalam memantapkan pilihan mereka.

Para tokoh agama, masyarakat dan lainnya pun mengimbau agar tidak asa praktek money politics karena merusak demokrasi.

Selain  itu money politik juga mengganggu keadilan pemilu, dan memengaruhi kepercayaan warga terhadap sistem pemerintahan. 

Masyarakat pun diingatkan agar tidak tergiur dengan iming-iming politik uang sehingga membuat mereka memilih kandidat yang memiliki dana lebih banyak.

Amatan Serambinews.com di lapangan, pembicaraan seputar kandidat mana yang akan menduduki kursi nomor satu dan dua daerah ini pun makin gencar terdengar dari setiap penjuru kota yang dijuluki Sada Kata itu. 

Setiap ada perkumpulan masyarakat kerap terdengar adu argumen menceritakan kepiawaian calon yang mereka unggulkan. 

Sosok ulama, berpendidikan dan cerdas, punya banyak link di pusat, isu putra daerah, berpengalaman, pemurah, latar belakang hingga masalah keburukan keempat kandidat turut menjadi bahan yang mereka bahas. 

Namun tak sedikit pula masyarakat yang membahas terkait program atau visi dan misi keempat kandidat yang akan bertarung di pilkada mendatang terutama pascadebat publik digelar.

Dalam berargumen sampai-sampai ada yang 'mati-matian' mempertahankan pendapatnya. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved