Berita Pidie

Dispersip Pidie, Latih Penulis Pemula

Disebutkan, membaca apalagi menulis, terkesan menjemukan bagi kebanyakan orang, namun demikian untuk membangun Generasi Aktif Literasi

Editor: Nur Nihayati
IST
Kegiatan pelatihan untuk pemula di Dispersip Pidie 

Disebutkan, membaca apalagi menulis, terkesan menjemukan bagi kebanyakan orang, namun demikian untuk membangun Generasi Aktif Literasi 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Sebanyak 20 pelajar dari SMP/MTs, SMA/MA dan komunitas Literasi, Perpustakaan Gampong, Taman Bacaan Masyarakat mengikuti pelatihan menulis bagi pemula digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Pidie, Sabtu (23/11/2024).

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pidie, Turno Junaidi MKM mengatakan, latar belakang digelar acara karena beberapa hal.

Disebutkan, membaca apalagi menulis, terkesan menjemukan bagi kebanyakan orang, namun demikian untuk membangun Generasi Aktif Literasi perlu menggerakkan masyarakat untuk membaca dan menulis.

Menulis itu penting karena dengan menulis maka seseorang bisa bermanfaat bagi orang lain. 

Misalnya, seorang penulis yang menyampaikan informasi penting kepada banyak orang. Informasi ini bisa diperlukan oleh pembaca sehingga bermanfaat bagi pembaca tersebut, yang jumlahnya banyak.

"Maka itu, orang boleh pandai setinggi langit, tetapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari Sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananta Toer)," katanya.

Di sisi lain, Turno mengatakan, manfaat menulis menjadi tempat untuk untuk menuangkan ekspresi. Lalu, tmpat untuk meningkatkan kreatifivitas. "Untuk memperkuat daya ingat, menjadikan hidup lebih produktif, menjadi media belajar yang baik, meningkatkan kemampuan dalam berbahasa dengan baik,: ucapnya.

Sementara itu, dua pemateri mengisi kegiatan ini adalah Musmarwan Abdullah dan Yulia Erni S.Pd. Keduanya anggota FaMe Forum Aceh Menulis.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pidie, Turno Junaidi, SKM, MKM menyatakan bahwa kegiatan ini penting dilaksanakan karena Pidie butuh estafet penulis yang merupakan pelaku kreatif yang bisa menciptakan suatu karya tulis baik berupa karya fiksi (novel, cerpen, puisi) maupun non-fiksi (karya ilmiah, makalah, jurnal, artikel), sehingga Pidie tidak tinggal sejarah tanpa meninggalkan tulisan.

"Kami sedang berjuang membangun generasi Pidie yang aktif literasi, semoga mendapat dukungan dari semua pihak demi SDM Pidie di masa yang akan datang.

Hasil akhir pelatihan ini berupa sebuah tulisan dari masing-masing peserta yang diserahkan melalui panitia pelaksana di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pidie," pungkas Turno Junaidi SKM MKM.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved