Internasional

Jadi Buronan Internasional, Berlin Tegaskan tak akan Tangkap Netanyahu karena Sejarah Nazi Jerman

Namun, karena hubungan Jerman yang kompleks dengan Israel dan antisemitisme, para pejabat Jerman mengatakan bahwa mereka merasa sulit untuk percaya

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Al Jazeera
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Lebanon bisa menghadapi kehancuran seperti Gaza. 

Ratusan warga Palestina telah melarikan diri dari Shujayea Kota Gaza setelah militer Israel mengeluarkan perintah pemindahan baru dan mengancam akan menembaki lingkungan utara, menurut kantor berita Wafa.

Puluhan keluarga melarikan diri dari daerah itu dengan berjalan kaki, membawa beberapa barang dan selimut di punggung mereka, Wafa melaporkan, mengutip sumber-sumber lokal.

Perintah itu datang ketika pengepungan Israel di Gaza utara, termasuk Jabalia, Beit Hanoon dan Beit Lahiya, memasuki minggu kedelapan

Enam warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza tengah

Pasukan Israel mengebom sebuah rumah di kamp pengungsi Nuseirat, menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai tiga lainnya, menurut kantor berita Wafa.

Pengeboman pada Sabtu malam memotong-motong tubuh para korban, lapor badan tersebut.

Itu terjadi ketika sumber-sumber medis mengatakan setidaknya 38 orang telah tewas dalam serangan Israel di seluruh daerah kantong sejak fajar pada hari Sabtu.

Rekap perkembangan terkini

Pasukan Israel melancarkan serangan baru ke Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara, menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 12 staf medis. Direktur fasilitas tersebut, Hussam Abu Safia, termasuk di antara mereka yang terluka.

Di Lebanon, serangan Israel meratakan blok apartemen hunian delapan lantai di jantung Beirut, 2km (1,3 mil) dari parlemen negara itu. Sedikitnya 20 orang tewas dan 66 luka-luka.

Militer Israel juga menyerang perbatasan Jousieh yang melintasi antara Lebanon dan Suriah, beberapa hari setelah menewaskan 36 orang dalam serangan di kota Palmyra, Suriah.

Para pengunjuk rasa Israel berbaris di Tel Aviv, mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengamankan pembebasan para tawanan yang ditahan di Gaza setelah Hamas mengumumkan kematian seorang wanita dalam serangan udara di daerah kantong tersebut.

Perdana menteri Hongaria mengundang Netanyahu ke Budapest yang bertentangan dengan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), bahkan ketika diplomat utama Uni Eropa mengatakan perintah pengadilan itu mengikat semua negara anggota.

Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengatakan pada Sabtu bahwa seorang sandera wanita Israel telah tewas di utara Jalur Gaza.

"Setelah komunikasi yang terputus beberapa minggu lalu terjalin kembali dengan para pejuang yang ditugaskan untuk melindungi sandera musuh, ternyata, seorang sandera telah tewas di daerah yang menjadi sasaran agresi Israel di utara Jalur Gaza," kata juru bicara Brigade Al-Qassam Abu Obaida, Sabtu.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved