Rabu, 13 Mei 2026

Video

VIDEO Putin Janji Rusia Kirim Lebih Banyak Oreshnik ke Ukraina, Zelensky Merengek Minta Arhanud

Vladimir Putin, pada Jumat (23/11/2024) menjanjikan mengirim lebih banyak uji coba penembakan rudal hipersonik eksperimental ke Ukraina.

Tayang:
Editor: Muhammad Aziz

SERAMBINEWS.COM - Vladimir Putin, selaku Presiden Rusia pada Jumat (23/11/2024) menjanjikan mengirim lebih banyak uji coba penembakan rudal hipersonik eksperimental yang ditembakkan ke Ukraina.

Pernyataan ini hampir berbarengan dengan pernyataan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky yang meminta sistem pertahanan udara (artileri pertahahanan udara/Arhanud) yang diperbarui dari sekutu Baratnya untuk menghadapi ancaman baru Rusia.

Pernyataan terbaru dari para pemimpin itu muncul beberapa jam setelah parlemen Ukraina ditutup karena meningkatnya kekhawatiran akan serangan rudal.

Sehari setelah Moskow menembakkan rudal baru ke kota Dnipro Ukraina, Putin mengatakan akan ada lebih banyak uji coba rudal Oreshnik baru.

Rusia juga akan memulai produksi serial senjata baru tersebut, tambahnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Jumat kalau mereka sudah mencari sistem pertahanan udara terbaru dari sekutu mereka sebagai respons terhadap ancaman baru Rusia tersebut.

Sebelumnya pada Jumat, Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah mengulangi seruannya untuk bersikap "tenang" dan "menahan diri" dalam perang tersebut setelah Rusia mengonfirmasi telah menembakkan rudal balistik baru.

Namun, dalam pidato videonya, Zelensky mengatakan: "Dari pihak Rusia, ini merupakan ejekan terhadap posisi negara-negara seperti China, negara-negara di belahan bumi selatan, beberapa pemimpin yang menyerukan pengekangan diri setiap saat."

Pengenalan senjata baru Rusia ke medan perang telah semakin meningkatkan ketegangan dalam perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun, dan terjadi saat pasukan Kiev sedang berjuang di medan perang.

Pada hari Jumat, Rusia mengklaim merebut desa lain di Ukraina timur.

Pernyataan Putin pada Kamis tentang serangan terhadap negara-negara Barat memunculkan kekhawatiran perang akan meluas menjadi konflik global.

Hal itu menyebabkan rubel Rusia jatuh pada hari Jumat ke level terendah terhadap dolar AS sejak Maret 2022.(*)

VO: Siti Masyithah
EV: Muhammad Aziz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved