Kamis, 11 Juni 2026

Mihrab

Pilkada Aceh: Refleksi Kedewasaan Politik dan Keimanan

Pilkada di Aceh tahun ini menjadi momen yang penuh makna, menandai tingkat kedewasaan berpolitik masyarakat yang semakin matang. 

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Dok Pribadi
Guru Besar Filsafat UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syamsul Rijal MAg 

Hingga kemudian Allah pun menyuruh Nabi untuk memperbanyak syukur, istighfar, bertasbih dan bertaubat.

“Nabi juga memberikan nasehat ketika sahabat mendapatkan kemenangan, bukanlah semata-mata karena kekuatan yang dimiliki,”

“Tetapi ada usaha, ikhtiar dan do'a hamba Allah yang lainnya yang mungkin menjadi asbab kemenangan,” ujar Prof Syamsul Rijal.

Rasulullah SAW bersabda; “Bukankah kalian ditolong (dimenangkan) dan diberi rezeki melainkan dengan sebab orang-orang yang lemah?” (HR Bukhari).

“Dalam hadis ini, Nabi mengingatkan perlunya kesadaran spiritual dan emosional untuk diingatkan dan dikuatkan saat mendapatkan Amanah. Agar amanah yang diemban itu dapat bermanfaat bagi publik,” tegas Ketua DPW Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Aceh ini.

Karena itu, bagi kepala daerah yang belum terpilih maka harus meyakini dalam dirinya bahwa ini adalah kehendak terbaik dari Allah. Tidak perlu bersedih hati secara berlarut, lakukan evaluasi diri dan hormati yang menang. 

“Demikian juga rakyat, kembalilah bersatu dengan ikatan sosial, merajut kembali silaturahmi, merangkai solidaritas rakyat dibawah kepemimpinan terpilih,”

“Kebijakan itulah yang membuahkan ketenangan, kolaborasi sikap ikhtiar dan tawakkal,” sebutnya.

Prof Syamsul Rijal juga mengajak semua pihak untuk menumbuhkan rasa syukur, baik yang berhasil atau tidak dalam Pilkada. 

“Selalu bersyukur karena telah berusaha semaksimal mungkin. Saatnya berbenah suatu kesatuan dengan memetik hikmah pesta demokrasi terbaik karena kedewasaan,” paparnya. (ar)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved