Kesehatan

Tips Memilih KB yang Aman Menurut Seksolog dr Boyke, KB Modern atau KB Alami?

Lalu hal apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih kontrasepsi untuk perencanaan keluarga? Yuk simak penjelasan dari dr Boyke.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Kacamata dr Boyke
Seksolog dr Boyke Dian Nugraha membagikan cara dalam memilih alat kontrasepsi untuk perencanaan keluarga. 

SERAMBINEWS.COM - Alat kontrasepsi atau KB merupakan metode yang digunakan untuk mencegah kehamilan.

Dengan berbagai jenis yang tersedia, setiap alat memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, banyak wanita yang masih bingung menentukan jenis KB yang sesuai untuk kebutuhan mereka.  

Menurut dr. Boyke, penting untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih alat kontrasepsi.

Kondisi kesehatan tubuh menjadi faktor utama yang harus diperhatikan, karena setiap metode kontrasepsi memiliki efek samping yang berbeda.

Misalnya, pil KB atau alat kontrasepsi hormonal lainnya mungkin tidak cocok bagi wanita dengan kondisi kesehatan tertentu.  

Muncul pertanyaan, apakah seorang istri dijamin 100 persen tidak bisa hamil apabila memasang KB modern? Lalu bagaimana jika menggunakan alat kontrasepsi kondom untuk mencegah kehamilan?

Baca juga: Ini Kunci Rumah Tangga Bahagia dan Tips Cepat Hamil ala dr Boyke

"Dok, istri saya mau KB, tapi apa benar KB bisa 100 persen mencegah kehamilan. Saya dengar kasus-kasus orang yang pakai KB alami seperti pakai kondom masih kebablasan juga pada akhirnya," kata dr Boyke membacakan pertanyaan dikutip Serambinews.com dari Sonora FM.

Menjawab hal tersebut, dr Boyke mengatakan dibanding KB alami, seperti penggunaan kondim, KB modern jauh lebih berhasil. 

Beberapa jenis KB modern seperti penggunaan KB spiral, KB pil dan juga KB suntik.

Penggunaan KB modern cenderung lebih besar berhasil, namun tetap ada risiko kegagalannya.

"KB modern itu tetap ada kegagalannya, KB spiral 3 persen, KB pil 1 persen kemudian KB suntik sekitar 0,8-1 persen. Artinya, bahwa metode-metode tersebut tetap mengandung kegagalan, meskipun hanya satu diantara 100 paling maksimal tiga diantara 100," terang dr Boyke.

Lanjut dr Boyke, bagi anda seorang istri juga tidak ada salahnya menggunakan KB alami, seperti menghindari berhubungan seks pada masa subur atau dengan cara mengeluarkan sperma di luar vagina ketika sedang berhubungan seksual, cara-cara ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah kehamilan.

Baca juga: Empat Cara Melancarkan Haid Tidak Teratur Secara Alami dan Cepat, Seksolog dr Boyke Anjurkan Hal Ini

Meski bisa mencegah kehamilan, namun KB alami juga memiliki risiko kegagalan sekitar 20-30 persen.

"Itu juga kegagalannya sampai 30 persen atau yang cara-cara dikeluarkan di luar juga kegagalannya sekitar 20 persen," timplanya.

Hal tersebut menandakan bahwa KB modern jauh lebih baik tingkat keberhasilannya.

"Itu artinya KB modern jauh lebih baik keberhasilannya dibandingkan dengan KB yang alami," pungkas dr Boyke.

KB Hormonal Pemicu Kanker Serviks, Benarkah? Ini Jawaban Seksolog dr Boyke

Kanker serviks dikenal sebagai penyakit ganas. 

Tentunya kanker serviks menjadi hal yang menakutkan bagi wanita. 

Muncul pertanyaan, apakah alat kontrasepsi KB hormonal bisa menjadi salah satu faktor pemicu wanita mengalami kanker serviks?

Seksolog dr Boyke Dian Nugraha menyampaikan tanggapannya pada tayangan YouTube SONORA FM. 

Menyinggung soal kanker serviks, dr Boyke menegaskan bahwa kanker serviks tidak disebabkan oleh KB hormonal melainkan kanker serviks disebabkan oleh virus Human papillomavirus virus atau HPV.

"Kanker serviks disebabkan oleh KB hormonal itu salah tapi kanker serviks disebabkan oleh virus HPV 16 dan 18," kata dr Boyke

Menurut dr Boyke, hampir seluruh kanker serviks bahkan dibuktikan oleh penelitian disebabkan oleh HPV.

"Kanker serviks itu sudah dibuktikan penyebabnya virus HPV 16 18, berarti ada infeksi," sambungnya.

Seseorang yang mengalami kanker serviks, apakah bisa menurunkan kepada anak perempuannya?

Terkait hal ini, kanker serviks yang diderita seorang ibu tidak diturunkan kepada anaknya.

"Kanker serviks tidak diturunkan, beda dengan kanker payudara dan kanker ovarium," timpalnya. 

Lanjut dr Boyke, kanker serviks itu identik kepada kebersihan area kewanitaan.

Apabila seorang wanita memiliki kualitas kebersihan organ intim yang buruk ditambah lagi dengan sering berganti-ganti pasangan maka akan berisiko terkena kanker serviks. 

"Kanker serviks itu lebih kepada hygiene, artinya mereka yang perawatan organ organ intimnya amburadul, maka ada risiko terkena kanker mulut rahim infeksi HPV 16, 18. Itu ya kalau cebok sembarangan, kemudian juga lalai melakukan pap smear atau juga apa sering berganti-ganti pasangan dia berisiko," pungkas dr Boyke

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved