Selasa, 14 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Hamas Rilis Video Sandera Israel-AS di Gaza, Memohon Trump Membebaskannya, Ini Reaksi Netanyahu

Dalam video tersebut, sandera memohon kepada Presiden terpilih AS Donald Trump untuk membebaskannya.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/SAID KHATIB
(FILE) Abu Ubaida (tengah), juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer gerakan Islam Palestina Hamas, berbicara dalam peringatan di kota Rafah di Jalur Gaza selatan pada 31 Januari 2017, untuk Mohamed Zouari, seorang 49- insinyur Tunisia dan ahli drone berusia satu tahun, yang dibunuh saat mengemudikan mobilnya di luar rumahnya di Tunisia pada bulan Desember 2016. 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV - Kelompok Hamas Palestina merilis video sandera Israel-AS pada Sabtu (30/11/2024). 

Dalam video tersebut, sandera memohon kepada Presiden terpilih AS Donald Trump untuk membebaskannya.

Usai melihat video berduasi 3,5 menit tersebut, Yael Alexander, ibu dari sandera Edan Alexander terguncang.

Pasalnya, video itu memperlihatkan sandera berusia 20 tahun tampak pucat dan duduk di ruang gelap di dekat dinding.

Ia kemudian memperkenalkan dirinya dan berbicara kepada keluarganya, PM Israel Benjamin Netanyahu, dan Donald Trump.

"Video itu memberi kita harapan, tetapi juga menunjukkan betapa sulitnya bagi Edan dan para sandera lainnya, dan betapa mereka menangis dan berdoa agar kita menyelamatkan mereka," tutur ibunya di sebuah rapat umum di Tel Aviv yang menyerukan pembebasan para sandera, dikutip dari Reuters pada Minggu (1/12/2024).

 
"Edan yang terkasih, kami sangat merindukanmu," katanya sebelum meminta para pemimpin Israel untuk mengakhiri perang di Gaza dan membuat kesepakatan dengan Hamas untuk membebaskan para sandera.

Baca juga: Pemukiman Israel Hancur Dihantam Rudal Houthi, Sirene Meraung Keras, 4 Warga Zionis Terluka

Dalam sebuah pernyataan, Netanyahu mengatakan, video itu adalah perang psikologis yang kejam.

Ia juga telah memberi tahu keluarga Alexander melalui panggilan telepon bahwa Israel bekerja tanpa lelah untuk membawa pulang para sandera.

Sementara itu, tim transisi Donald Trump tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Alexander, seorang tentara pada saat penculikannya, dibawa ke Gaza selama serangan 7 Oktober 2023 oleh Hamas di Israel selatan.

Sekitar setengah dari 101 sandera asing dan Israel yang masih ditahan tanpa akses komunikasi di Gaza diyakini masih hidup.

Sementara itu, para pemimpin Hamas tiba di Kairo pada Sabtu untuk melakukan pembicaraan gencatan senjata dengan pejabat Mesir.

Tujuannya untuk mencari cara mencapai kesepakatan yang dapat mengamankan pembebasan para sandera dengan imbalan tahanan Palestina.

Tawaran baru itu muncul setelah Washington mengatakan minggu ini bahwa mereka menghidupkan kembali upaya untuk mencapai tujuan itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved