Harga Emas
Harga Emas Dunia Hari Ini Turun, Ternyata Ini Penyebabnya
harga emas mengalami penurunan setelah mengalami reli selama empat sesi berturut-turut.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM- Pada hari Senin (2/12/2024), harga emas mengalami penurunan setelah mengalami reli selama empat sesi berturut-turut.
Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk penguatan dolar AS dan aksi ambil untung oleh para investor.
Selain itu, para pelaku pasar juga menunggu data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang bisa memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) di masa depan.
Emas spot turun sekitar 0,7 persen menjadi $2.636,38 per ons pada pukul 02:04 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS mengalami penurunan tipis sebesar 0,8 persen menjadi $2.658,80 per ons.
Menurut Yeap Jun Rong, seorang strategi pasar dari IG, harga emas menghadapi aksi ambil untung yang dipicu oleh penguatan dolar AS dan pelonggaran premi risiko geopolitik. Artinya, investor mulai mengurangi posisi mereka pada emas karena faktor-faktor ini, yang mengarah pada penurunan harga.
"Logam kuning ini menghadapi aksi ambil untung belakangan ini karena para pelaku pasar melepaskan sebagian premi risiko geopolitik, di samping penguatan dolar AS," kata strategi pasar IG, Yeap Jun Rong dikutip dari Reuters pada Senin (2/12/2024).
"Jika The Fed lebih jelas menetapkan kemungkinan untuk menahan suku bunga hingga 2025, kita mungkin akan melihat harga emas turun lebih lanjut," kata Rong.
Dolar AS yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, karena emas dihargakan dalam dolar.
Ketika dolar menguat, logam mulia seperti emas menjadi lebih sulit dijangkau bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar AS. Penguatan dolar AS pada hari Senin tercatat sebesar 0,5 persen , yang memberi tekanan tambahan pada harga emas.
Para investor sekarang lebih memperhatikan data ekonomi yang akan dirilis oleh pemerintah AS dalam beberapa hari ke depan.
Data tersebut, termasuk laporan pembukaan lowongan pekerjaan di AS, laporan pekerjaan ADP, dan laporan payrolls (laporan penggajian), dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter yang akan diambil oleh Federal Reserve.
Selain itu, beberapa pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Jerome Powell, dijadwalkan untuk berbicara minggu ini, yang bisa memberikan petunjuk lebih lanjut tentang kemungkinan langkah kebijakan suku bunga ke depannya.
Menurut alat FedWatch dari CME Group, pasar memperkirakan kemungkinan sebesar 65,4?hwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember.
Jika Federal Reserve memutuskan untuk menahan suku bunga atau bahkan menurunkannya, ini bisa memengaruhi daya tarik emas, karena suku bunga yang lebih rendah cenderung mendukung harga emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Ketika suku bunga naik, daya tarik emas cenderung berkurang. Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti halnya obligasi atau instrumen investasi lainnya yang terpengaruh oleh suku bunga.
Harga Emas di Banda Aceh Merangkak Naik Lagi, 27 Agustus 2025 Dijual Segini per Mayam |
![]() |
---|
Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini Naik Tipis, 26 Agustus 2025 Dijual Segini per Mayam |
![]() |
---|
Harga Emas Dunia Turun Tipis, Dolar Menguat Setelah Sinyal Pemangkasan Suku Bunga dari The Fed |
![]() |
---|
Update Harga Emas Hari Ini di Banda Aceh, Edisi 25 Agustus 2025, Naik atau Turun? |
![]() |
---|
Harga Emas di Banda Aceh Naik Tipis Hari Ini 22 Agustus 2025, Dijual Segini per Mayam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.