Breaking News

Harga Emas

Harga Emas Dunia Hari Ini Turun, Ternyata Ini Penyebabnya

harga emas mengalami penurunan setelah mengalami reli selama empat sesi berturut-turut.

Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
(Dok. Humas PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM )
Harga emas dunia turun (2/12/2024) 

Sebaliknya, ketika suku bunga rendah, emas menjadi lebih menarik karena investor mencari aset yang lebih aman dan stabil. Oleh karena itu, penguatan dolar dan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan harga emas lebih lanjut.

Harga emas juga tercatat mengalami penurunan lebih dari 3 % pada bulan November. Ini merupakan kinerja bulanan terburuk sejak September 2023.

Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan ini adalah kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan internasional, terutama terkait dengan kebijakan tarif yang akan diberlakukan oleh pemerintahan yang akan datang.

Di bawah kepemimpinan Donald Trump, ada kemungkinan bahwa tarif akan dinaikkan lebih tinggi lagi, yang bisa menambah ketidakpastian ekonomi dan memengaruhi prospek suku bunga.

Pada hari Sabtu, mantan Presiden AS Donald Trump membuat pernyataan yang menegaskan ketidaksetujuannya terhadap upaya negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) yang berencana untuk menciptakan mata uang baru atau mendukung mata uang lain yang bisa menggantikan dolar AS.

 Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100 % jika negara-negara BRICS melanjutkan rencana tersebut. Hal ini menambah ketegangan dalam pasar global, yang berpotensi memengaruhi harga logam mulia, termasuk emas, karena ketidakpastian geopolitik yang meningkat.

Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami penurunan. Perak spot turun 0,7 % menjadi $30,39 per ons. Harga platinum turun 0,2 % menjadi $944,20 per ons, sementara paladium turun 0,3 % menjadi $975,44 per ons.

Penurunan ini sebagian besar dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global, yang memengaruhi permintaan terhadap logam-logam ini sebagai aset safe haven.

Secara keseluruhan, harga emas dan logam mulia lainnya berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS, aksi ambil untung dari investor, dan ketidakpastian tentang kebijakan moneter Federal Reserve.

Data ekonomi AS yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan dapat memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga dan memengaruhi pergerakan harga emas. Dengan ketegangan perdagangan internasional yang meningkat dan potensi kenaikan tarif, pasar logam mulia kemungkinan akan terus menghadapi volatilitas dalam waktu dekat.

 

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved