Sopir Angkutan Sembako Mogok

Wakil Ketua DPRK Sabang Minta ASDP Tunda Penerapan Tiket Online

Albina menyampaikan pentingnya evaluasi mendalam sebelum kebijakan ini diberlakukan secara penuh.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/Aulia Prasetya
Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arahman saat menyampaikan pendapat dalam audiensi bersama GM ASDP Cabang Banda Aceh dan sopir angkutan barang. 

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM, SABANG – Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arahman, mendesak agar penerapan sistem tiket online oleh ASDP ditunda.

Menurutnya, kebijakan tersebut belum siap diterapkan dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah di lapangan, terutama bagi sopir angkutan barang serta masyarakat pengguna jasa pelayaran.

Albina menyampaikan pentingnya evaluasi mendalam sebelum kebijakan ini diberlakukan secara penuh.

"Saya mewakili teman-teman meminta agar pemberlakuan tiket online ini ditunda dulu, sehingga dapat dilakukan kajian lebih mendalam," ujar Albina dalam audiensi dengan ASDP dan sopir angkutan barang di kantor DPRK Sabang, Senin (2/12/2024).

Baca juga: BREAKING NEWS:  Sopir Angkutan Sembako Mogok, Layanan Distribusi Barang Banda Aceh-Sabang Lumpuh

Ia menambahkan, ASDP perlu memastikan kesiapan teknis dan operasional sistem tiket online agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

 Albina juga menyoroti dampak langsung terhadap distribusi barang kebutuhan pokok ke Sabang yang bergantung pada angkutan dari Banda Aceh.

"Kebijakan ini harus dipersiapkan matang agar tidak menghambat aktivitas vital, seperti distribusi barang," tegasnya.

Pernyataan Albina datang di tengah aksi mogok sopir angkutan barang sebagai bentuk protes terhadap sistem tiket online.

Para sopir mengeluhkan sulitnya akses tiket dan keterbatasan kuota, yang mengakibatkan keterlambatan perjalanan mereka.

Albina berharap ASDP dapat membuka ruang dialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang tidak memberatkan semua pihak.

"Kami mendukung modernisasi sistem, tetapi harus dilakukan secara bertahap dan terencana. Jangan sampai masyarakat yang menjadi korban dari kebijakan yang belum siap," tutup Albina.

Saat ini, audiensi antara perwakilan sopir, DPRK Sabang, dan pihak ASDP masih berlangsung untuk mencari solusi atas persoalan ini.(*)

Baca juga: Sejarah Bahasa Singkil & Sebaran Penuturnya

Baca juga: Habib Rizieq Shihab Pimpin Reuni Akbar 212 di Monas: Palestina Merdeka, Israel Teroris

Baca juga: Bentrok Suporter Sepak Bola di Guinea, Sekitar 100 Orang Tewas

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved