Internasional
Rezim Assad Tumbang Setelah 24 Tahun Berkuasa di Suriah
"Kami merayakan bersama rakyat Suriah berita pembebasan tahanan kami, pembebasan dari belenggu mereka, dan pengumuman berakhirnya era ketidakadilan
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Beberapa jam sebelum mencapai Damaskus, pemberontak mengumumkan bahwa mereka telah menguasai sepenuhnya kota kunci Homs setelah hanya satu hari pertempuran, membuat pemerintahan 24 tahun Assad tergantung pada seutas tali.
Ribuan warga Homs turun ke jalan setelah tentara mundur dari kota tersebut, menari dan meneriakkan "Assad telah pergi, Homs bebas" dan "Hidup Suriah, jatuhkan Bashar al-Assad."
Pemberontak menembakkan senjata ke udara sebagai bentuk perayaan, sementara para pemuda merobek poster-poster Presiden Suriah, yang kendali teritorialnya runtuh dalam serangkaian mundur cepat militer yang mengejutkan dalam seminggu.
Jatuhnya Homs memberi para pemberontak kendali atas jantung strategis Suriah dan persimpangan jalan raya penting, memutuskan hubungan Damaskus dengan wilayah pesisir yang merupakan benteng sekte Alawite Assad, tempat sekutu-sekutu Rusia memiliki pangkalan laut dan pangkalan udara.
Penguasaan Homs juga menjadi simbol kuat kebangkitan dramatis gerakan pemberontak dalam konflik yang sudah berlangsung 13 tahun ini. Banyak bagian Homs hancur akibat pengepungan panjang antara pemberontak dan tentara beberapa tahun lalu. Pertempuran tersebut membuat para pemberontak kelelahan dan akhirnya terpaksa mundur.
Komandan Hayat Tahrir al-Sham, Abu Mohammed al-Golani, pemimpin pemberontak utama, menyebut penguasaan Homs sebagai momen bersejarah dan meminta para pejuang untuk tidak menyakiti "mereka yang meletakkan senjata".
Pemberontak membebaskan ribuan tahanan dari penjara kota. Pasukan keamanan meninggalkan kota dengan terburu-buru setelah membakar dokumen-dokumen mereka.
Komandan pemberontak Suriah, Hassan Abdul Ghani, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu pagi bahwa operasi untuk "membebaskan sepenuhnya" pedesaan di sekitar Damaskus masih berlangsung dan pasukan pemberontak kini fokus pada ibu kota.
Di salah satu pinggiran kota, patung ayah Assad, Presiden Hafez al-Assad yang telah meninggal, diruntuhkan dan dihancurkan.
Di luar kota, pemberontak menyapu seluruh wilayah barat daya dalam 24 jam dan berhasil menguasai wilayah tersebut.
Kecepatan peristiwa ini mengejutkan ibu kota-ibu kota Arab dan menimbulkan kekhawatiran akan gelombang baru ketidakstabilan regional.
Qatar, Arab Saudi, Yordania, Mesir, Irak, Iran, Turki, dan Rusia mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebut krisis ini sebagai perkembangan yang berbahaya dan mendesak solusi politik.
Perang saudara Suriah, yang meletus pada 2011 sebagai pemberontakan terhadap pemerintahan Assad, telah melibatkan kekuatan besar dari luar, memberi ruang bagi militan jihad untuk merencanakan serangan di seluruh dunia, dan mengirimkan jutaan pengungsi ke negara-negara tetangga.
Hayat Tahrir al-Sham, kelompok pemberontak terkuat, adalah kelompok mantan afiliasi al Qaeda di Suriah yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS dan negara-negara lainnya, dan banyak warga Suriah masih khawatir mereka akan memberlakukan pemerintahan Islamis yang keras.
Golani berusaha meyakinkan minoritas bahwa ia tidak akan mengganggu mereka dan komunitas internasional bahwa ia menentang serangan Islamis ke luar negeri. Di Aleppo, yang dikuasai pemberontak seminggu yang lalu, belum ada laporan balas dendam.
| Iran Serang Pangkalan AS di Arab Saudi, 15 Prajurit Amerika Serikat Terluka |
|
|---|
| Houthi Yaman Bantu Iran Lawan AS-Israel, Ini Dampaknya Jika Selat Bab al-Mandab Diblokade |
|
|---|
| Daftar Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada yang Tembus 380 Persen dari PDB |
|
|---|
| Ekonomi India Terancam, Dampak Perang AS–Israel Lawan Iran Picu Krisis Energi Global |
|
|---|
| Sosok Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC, Pernah Dituduh Tewaskan 85 Yahudi Dalam Ledakan di Argentina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Suriah-Bashar-Al-Assad-dan-kelompok-oposisi-pemberontak-Hayat-Tahrir-al-Sham-HTS.jpg)