Nanggroe
Hari AIDS Sedunia: UNICEF Ajak Cegah HIV/AIDS untuk Generasi Sehat dan Produktif
"Jadi UNICEF memandang HIV/AIDS sebagai isu yang penting sekali yang mempengaruhi ibu, anak dan remaja baik ditingkatan global
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM - Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember, UNICEF bersama Yayasan Darah untuk Aceh membahas pencegahan HIV/AIDS dengan tema "Pencegahan HIV/AIDS Menuju Generasi Sehat Produktif".
Acara ini disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90.2 pada Rabu (11/12/2024), dan dipandu oleh host Tieya Andalusia.
dr. Iman Murahman, MKM selaku Kabid P2P Dinas Kesehaatan Aceh menjelaskan mengenai HIV dan AIDS, ia menyatakan bahwa HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sementara AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah kondisi yang terjadi akibat penurunan daya tahan tubuh yang parah.
Menurut dr. Iman, faktor utama penularan HIV adalah melalui darah dan hubungan seksual yang tidak aman.
"Virus HIV dapat terdeteksi setelah melalui periode jendela sekitar 1-2 bulan," jelasnya.
Dia juga menekankan pentingnya pengobatan rutin bagi mereka yang sudah terinfeksi, karena meski HIV tidak dapat disembuhkan, pengobatan dapat menghambat perkembangannya.
Andi Yoga Tama, Kepala UNICEF Perwakilan Aceh, menambahkan bahwa meskipun telah ada kemajuan dalam penanganan HIV/AIDS di tingkat global, dampaknya terhadap anak-anak dan remaja tetap signifikan.
"Jadi UNICEF memandang HIV/AIDS sebagai isu yang penting sekali yang mempengaruhi ibu, anak dan remaja baik ditingkatan global maupun di tingkat nasional juga termasuk di Aceh. Secara global, terdapat 2,4 juta individu yang hidup dengan HIV, dan 50 persen anak yang lahir dengan HIV meninggal sebelum usia 2 tahun jika tidak terdeteksi dan diobati," ungkapnya.
Andi juga menyoroti rendahnya cakupan skrining HIV pada ibu hamil, yang menyebabkan penularan vertikal dari ibu ke anak masih terjadi.
Sementara itu, Zhafira Rahma Amani, Duta GenRe Putri Aceh, menyampaikan bahwa remaja berusia 15 hingga 24 tahun rentan terhadap HIV/AIDS karena kurangnya pemahaman tentang risiko yang terkait dengan perilaku berisiko seperti seks bebas dan penggunaan jarum suntik bergantian.
"Pergaulan yang baik sangat penting bagi remaja dalam menentukan mana yang baik dan mana yang buruk," ujar Zhafira, yang juga mengingatkan pentingnya peningkatan pengetahuan tentang HIV/AIDS di kalangan remaja.
Talkshow ini memberikan penekanan pada pentingnya edukasi, pengobatan, dan menghilangkan stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS.
UNICEF dan pihak-pihak terkait berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam menyebarkan informasi positif guna mencegah penyebaran HIV dan membantu menciptakan generasi muda yang sehat dan produktif (*).
| Lumpur Banjir di Aceh Diteliti Jadi Bahan Batu Bata, Sedang di Uji Lab dan Dibicarakan dengan BRIN |
|
|---|
| Tak Terdata JKA? Tenang! Pemerintah Buka 4 Jalur Sanggahan, Warga Bisa Perbarui Data dengan Mudah |
|
|---|
| Wajib Tahu! Mulai 1 Mei 2026, Tidak Semua Warga Banda Aceh Ditanggung JKA, Begini Cara Ceknya |
|
|---|
| TBM RUMAN Aceh Menerima 124 Bacaan Hibah Prof. Sulaiman |
|
|---|
| Dana Pokir Bukan 'Salat Tahajud', Prof Humam Hamid Soroti Konflik DPR dan Kepala Daerah di Aceh |
|
|---|