Rabu, 22 April 2026

Berita Pidie

Proyek Pengendali Banjir Rp 15 Miliar di Pidie Ambruk, Keuchik Angkat Bicara

"Talud pengendalian banjir yang dibangun di bibir Sungai Krueng Teupin Raya di Gampong Simpang telah ambruk, tanggal 23 November 2024," kata Keuchik G

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM      
Proyek talud dikerjakan di pinggir Krueng Teupin Raya, Gampong Simpang, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie ambruk. 

"Talud pengendalian banjir yang dibangun di bibir Sungai Krueng Teupin Raya di Gampong Simpang telah ambruk, tanggal 23 November 2024," kata Keuchik Gampong Simpang, Mustafa.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Proyek talud sebagai pengendali banjir yang dikerjakan di pinggir Krueng Teupin Raya, Gampong Simpang Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, ambruk

Proyek tersebut dengan sumber dana APBN 2024 sekitar Rp 15 miliar. 

"Talud pengendalian banjir yang dibangun di bibir Sungai Krueng Teupin Raya di Gampong Simpang telah ambruk, tanggal 23 November 2024," kata Keuchik Gampong Simpang, Mustafa, kepada Serambinews.com, Sabtu (14/12/2024).

Dikatakan, ambruknya proyek tersebut akibat faktor alam dampak banjir.

Selain itu, proyek talud diduga kekuatan bangunan diragukan, akibat kelalaian kontraktor yang menangani proyek tersebut. 

Krueng Teupin Raya salah satu dasar aliran sungai (DAS) yang rawan banjir, makanya proyek tersebut harus kokoh dikerjakan. 

Baca juga: Permalukan PSMS Medan di Depan Suporternya, Persiraja Banda Aceh Kian Kokoh di Puncak Klasemen Liga

Kemungkinan pekerjaan talud dikerjakan asal-asalan. 

"Saya pernah memprotes hingga warga pernah juga komplain, bahwa proyek tersebut berada di kawasan banjir, makanya bangunan proyek itu harus bagus dikerjakan. 

Kita memang tidak boleh sering komplain, karena kita tidak mengetahui. Secara teknis rekanan lebih mengetahui dan mengerjakan proyek itu sesuai RAB," jelasnya. 

Kata Mustafa, proyek talud tersebut sekitar September pernah bobol sekira 10 meter lebih. Di mana material seperti batu ambruk ke sungai. Saat itu, proyek talud baru selesai dikerjakan rekanan. 

Namun, ambruknya talud proyek pada 23 November 2024 adalah terpanjang. 

"Kalau tidak salah saya proyek talud itu harus dikebut pekerjaan, sebab sekitar Januari 2025 proyek itu harus siap dikerjakan. Karena di pinggir Krueng Teupin Raya akan dikerjakan pengaspalan jalan," pungkasnya.

Baca juga: Dukung Program Presiden Prabowo, Polres Pidie Tanam 300 Batang Mangrove di Pasi Peukan Baro

Seperti diketahui, berdasarkan laman resmi LPSE, bahwa proyek tersebut dikendalikan satuan kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) SNVT.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved