Selasa, 28 April 2026

Berita Sabang

Naik, Berikut Harga Telur Ayam dan Minyak Goreng di Sabang Hari Ini, Senin, 16 Desember 2024

Menurut Akmal, lonjakan harga ini dipicu oleh kenaikan harga di Banda Aceh, yang menjadi pemasok utama bahan pokok ke Sabang.

Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Telur ayam di toko glosir di Sabang, Senin (16/12/2024) 

Menurut Akmal, lonjakan harga ini dipicu oleh kenaikan harga di Banda Aceh, yang menjadi pemasok utama bahan pokok ke Sabang.

Laporan Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS.COM,SABANG - Harga beberapa kebutuhan pokok di Kota Sabang dalam dua pekan terakhir ini naik signifikan. 

Hal ini sebagaimana disampaikan Akmal, salah satu pedagang bahan pokok di depan Polres Sabang.

Menurut Akmal, lonjakan harga ini dipicu oleh kenaikan harga di Banda Aceh, yang menjadi pemasok utama bahan pokok ke Sabang.

Saat ini, harga telur ayam di pasar Sabang melonjak dari Rp 42.000 per papan menjadi Rp 57.000 hingga Rp 58.000 per papan. 

"Stok telur kami biasanya diambil dari Banda Aceh. Dari sana, harga sudah naik. Biasanya satu ikat telur ayam dihargai Rp 470.000, kini menjadi Rp 510.000," jelas Akmal, Senin (16/12/2024).

Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak goreng. Minyak curah yang sebelumnya dijual Rp18.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 21.000 per kilogram.

Baca juga: Wacana Pimpinan Daerah Dipilih DPRD, Ini Kata Ketua PKS Lhokseumawe

Sementara itu, harga minyak kemasan premium yang semula Rp 22.000 per liter, kini naik menjadi Rp 24.000 per liter. 

Minyak kemasan sederhana merk Minyak Kita, dijual seharga Rp18.000 hingga Rp 19.000 per liter atau 1 kg

Meskipun demikian, harga beberapa bahan pokok lainnya masih relatif stabil, gula pasir dijual seharga Rp 18.000 hingga Rp19.000 per kilogram, tepung terigu Rp 10.000 hingga Rp 11.000 per kilogram. 

Kemudian beras premium Rp 215.000 per sak ukuran 25 kilogram, dan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) Rp 68.000 per sak ukuran 5 kilogram.

Akmal juga menambahkan bahwa kenaikan harga bahan pokok ini berdampak pada penurunan minat belanja masyarakat.

"Minat masyarakat menurun. Faktor ekonomi jadi penyebab utama, sehingga kini pembeli lebih sedikit," tambahnya.

Baca juga: Viral, Video Remaja di Bireuen Tawuran di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, 7 Orang Diamankan Polres

Ia berharap agar Pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. 

Terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, yang biasanya memerlukan pengeluaran lebih besar dari masyarakat. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved