Berita Sabang
Polemik Pengolahan Gas Blok Andaman, Dewan Nilai Sabang Bisa Jadi Jalan Tengah & Win-win Solution
Sabang disebut berpotensi menjadi pusat hilirisasi energi yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor industri pendukung di daerah.
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Wakil Ketua DPRK Sabang mengusulkan Sabang sebagai alternatif lokasi pengolahan gas Blok Andaman di tengah perbedaan pandangan antara Pemerintah Aceh dan Mubadala Energy.
- Opsi tersebut dinilai dapat menjadi jalan tengah karena tetap mendukung investasi sekaligus memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi Aceh.
- Sabang disebut berpotensi menjadi pusat hilirisasi energi yang menciptakan lapangan kerja dan memperkuat sektor industri pendukung di daerah.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Polemik terkait rencana pengolahan gas hasil temuan di Blok Andaman terus menjadi perhatian berbagai pihak.
Di tengah perbedaan pandangan antara Pemerintah Aceh dan Mubadala Energy, Sabang dinilai dapat menjadi alternatif yang mampu mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak.
Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arahman mengatakan, hingga saat ini Mubadala Energy tetap mempertahankan rencana untuk tidak menggunakan fasilitas Arun sebagai lokasi pengolahan gas yang ditemukan di Blok Andaman.
Perusahaan tersebut lebih memilih menggunakan skema Floating Production Storage and Offloading (FPSO) atau fasilitas pengolahan yang ditempatkan di laut.
Di sisi lain, Pemerintah Aceh menginginkan agar pengolahan gas dilakukan di daratan.
Khususnya dengan memanfaatkan kembali fasilitas Arun yang selama ini menjadi salah satu aset strategis sektor energi di Aceh.
Baca juga: Polemik Gas Blok Andaman, ForBINA Dorong Skema Win-Win Solution antara Pemerintah Aceh dan Mubadala
"Perbedaan pandangan ini tentu membutuhkan solusi yang dapat diterima semua pihak,” kata Wakil Ketua DPRK Sabang.
“Jika Mubadala tidak ingin mengolah gas di Arun dan Pemerintah Aceh juga tidak menghendaki pengolahan sepenuhnya dilakukan di tengah laut, maka Sabang dapat menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan," ujar Albina, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, secara geografis Sabang memiliki karakteristik yang unik karena merupakan wilayah kepulauan.
Dengan demikian, opsi pembangunan fasilitas pengolahan di Sabang dapat menjawab keberatan Mubadala terhadap pengolahan di daratan utama Aceh.
Sekaligus memenuhi harapan Pemerintah Aceh agar aktivitas hilirisasi dan nilai tambah ekonomi tidak sepenuhnya berada di laut.
Albina menilai, keberadaan fasilitas pengolahan di Sabang akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Aceh dibandingkan jika seluruh proses dilakukan melalui FPSO di tengah laut.
Baca juga: Seberapa Penting Gas Blok Andaman Diolah di Aceh
Selain membuka peluang investasi lanjutan, keberadaan fasilitas tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas industri pendukung, serta memperkuat posisi Sabang sebagai kawasan strategis di sektor energi.
Gas Blok Andaman
Eksplorasi Blok Andaman
Revisi PoD Blok Andaman
Blok Andaman
Terkait Sengkarut Gas Blok Andaman
Wakil Ketua DPRK Sabang H Albina Arahman
Sabang
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| Tujuh Tahun Menjanda, Ibu Tiga Anak di Sabang Akhirnya Miliki Sambungan Listrik Sendiri |
|
|---|
| Imigrasi Amankan 2 WN Cina, Masuk Sabang tanpa Pemeriksaan |
|
|---|
| Masuk Lewat Jalur Laut Tanpa Pemeriksaan Imigrasi, Dua WNA Tiongkok Diamankan Imigrasi Sabang |
|
|---|
| Pertamina Pinjamkan 1.200 Tabung LPG untuk Jaga Pasokan di Sabang |
|
|---|
| Daya Beli Ayam di Sabang Menurun Hingga 50 Ekor Per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPRK-Sabang-H-Albina-Arahman.jpg)