Selasa, 28 April 2026

Berita Sabang

60 Persen Tiket Kapal Terbooking, Rute Banda Aceh-Sabang

“Masih ada potensi nanti orang yang belum memiliki tiket tetap ke pelabuhan.” RUDY B HANAFIAH, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Ac

|
Editor: mufti
SERAMBI/MUHAMMAD NASIR
ILUSTRASI -- Kapal KMP Aceh Hebat 2 saat akan meninggalkan Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Pelabuhan Balohan Sabang, Jumat (2/6/2023). 

“Masih ada potensi nanti orang yang belum memiliki tiket tetap ke pelabuhan.” RUDY B HANAFIAH, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh, Rudy B Hanafiah, mengatakan, hingga kemarin, sudah 60 persen tiket kapal penyeberangan Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh-Balohan Sabang pada libur akhir tahun terjual secara online.

“Sejak pertama diterapkan tiket secara online pada 27 November 2024, sudah 60 persen tiket terjual. Umumnya tiket tersebut untuk penyeberangan pada libur akhir tahun,” katanya kepada Serambi, Senin (16/12/2024).

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada akhir tahun nanti, pihaknya sudah melakukan antisipasi, termasuk menyiapkan kapal penyeberangan. 

Dikatakan, sebenarnya kalau antisipasi, prosesnya sudah panjang. Sebelum sampai akhir tahun nanti, pihaknya masih melakukan persiapan. “Contohnya kapal. Kapal dalam akhir tahun nanti semuanya sudah dalam kondisi siap beroperasi. Jadi kita sudah mengatur dockingnya, menyesuaikan dengan kondisi lapangan,” kata Rudy B Hanafiah.

Terkait penerapan tiket secara online menggunakan ferizy, merupakan solusi untuk mengurangi lonjakan penumpang ketika akhir tahun nanti. Menurutnya, penggunaan tiket secara online tersebut akan mengurangi penumpukan kendaraan di pelabuhan. Pada tahun 2022 lalu sempat terjadi kemacetan panjang di pelabuhan Ulee Lheue.

“Dengan menggunakan sistem ferizy, orang tidak perlu antre untuk dapat naik ke kapal. Kalau sudah membeli tiket secara online, dia sudah punya kepastian untuk berangkat sehingga tidak akan terjadi antrean di pelabuhan,” tuturnya.

Dikatakan, untuk penentuan perubahan, skenarionya akan ditentukan nanti, tergantung dari penjualan (tiket). “Misalnya kita buka empat trip di online terbeli semua, itu baru kita tambah. Tapi kalau sekarang, tingkat pembelian (tiket) online ini baru mencapai angka 60 persen. Jadi masih ada potensi nanti orang yang belum memiliki tiket tetap ke pelabuhan. Jadi di situ yang nantinya agak susah diprediksi karena tingkat partisipasinya belum meningkat,” kata Rudy.

Disebutkan, potensi lonjakan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue saat akhir tahun akan bertambah. Ia berharap dengan adanya sistem pembelian tiket secara online dengan ferizy dapat mengurangi kemacetan di pelabuhan Ulee Lheue sehingga memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat.

“Kemarin kita sudah rapat bersama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Banda Aceh. Ini terkait juga dengan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Mereka minta kita tetapkan minimal tripnya berapa karena ini menentukan juga jadwal piket mereka seperti itu,” pungkasnya.(i)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved