Konflik Palestina dan Israel
Kini Netanyahu Mengincar Iran Setelah Kemenangan atas Hamas, Hizbullah, dan Suriah
"Iran sangat rentan terhadap serangan Israel, terutama terhadap program nuklirnya," kata Joost R. Hiltermann, Direktur Program Timur Tengah dan Afrika
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Namun, masalah utama yang tetap ada adalah Iran. Seiring melemahnya pengaruh Iran di kawasan, Netanyahu kini berfokus untuk menggagalkan ambisi nuklir Iran dan program misilnya, yang dianggap sebagai ancaman besar bagi keamanan Israel.
Di sisi politik internasional, Netanyahu juga akan menghadapai tantangan dari Presiden AS yang terpilih, Donald Trump.
Trump, yang sebelumnya menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2015, diperkirakan akan meningkatkan sanksi terhadap Iran dan mendukung kebijakan Israel.
Hal ini memberikan dampak besar terhadap kemungkinan tercapainya solusi damai dengan Palestina.
Rencana perdamaian yang diajukan Trump, yang dikenal dengan "Deal of the Century," pada 2020 memperlihatkan keberpihakan AS terhadap Israel.
Rencana tersebut memungkinkan Israel untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat yang diduduki dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Hal ini menghalangi aspirasi Palestina untuk menjadikan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka.
Sementara itu, di Suriah, negara ini berada di persimpangan kritis setelah Presiden Bashar al-Assad digulingkan oleh kelompok pemberontak Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang dipimpin oleh Abu Mohammed al-Golani.
HTS kini harus mengkonsolidasikan kekuasaannya di Suriah yang terpecah, yang dihantui oleh ancaman dari sisa-sisa pasukan Assad, kelompok jihadis, dan ketegangan sektarian.
Golani dan HTS menghadapi tantangan besar untuk memastikan stabilitas internal dan membangun negara yang terpecah. Keputusan HTS untuk mengikuti ideologi nasionalis Suriah atau kembali ke ideologi Islam yang lebih keras akan mempengaruhi masa depan Suriah.
Jika mereka berhasil, ada harapan bagi negara tersebut untuk bangkit, namun jika kembali ke jalan ideologi Islam yang kaku, Suriah mungkin akan terperosok dalam kekacauan yang berkepanjangan.
Dengan berakhirnya tahun 2024 dan memasuki 2025, tantangan besar menanti Netanyahu, baik di dalam negeri maupun di arena internasional.
Upayanya untuk mempertahankan kontrol atas Gaza, menanggulangi ancaman nuklir Iran, dan memperkuat posisi Israel di kawasan, akan menentukan warisannya sebagai pemimpin Israel.
Sementara itu, situasi di Suriah dan Palestina akan terus mempengaruhi keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Israel Serang Rumah Sakit Nasser di Gaza, 15 Orang Tewas Termasuk 4 Jurnalis |
![]() |
---|
Israel Siap Gencatan Senjata Jika Hamas Dibubarkan? Trump Ultimatum Hamas: Terima atau Hancur! |
![]() |
---|
Dubes AS Mike Huckabee Tolak Palestina di Tepi Barat: Kenapa Harus di Tanah yang Sama dengan Israel? |
![]() |
---|
Biadab! Israel Kembali Bantai Puluhan Warga Gaza di Titik Bantuan di Tengah Kelaparan |
![]() |
---|
Misi Kemanusiaan Disergap! Israel Tahan Kapal Bantuan Bersama Greta Thunberg |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.