Berita Aceh Tamiang

Kenang Sosok Eks Wabup Aceh Tamiang Tengku Insyafuddin, Nasir Djamil: Amanah dan tak Punya Musuh

“Pak Tengku merupakan kader senior PKS, tapi saya meyakini kepergian beliau merupakan duka untuk seluruh rakyat Aceh Tamiang,” kata Nasir Djamil.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Nasir Djamil bersama Tengku Insyafuddin saat meninjau sejumlah desa terdampak banjir pada akhir tahun 2022. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Almarhum Tengku Insyafuddin, mantan Wakil Bupati (Wabup) Aceh Tamiang dikenal sebagai sosok sederhana dan tidak menempatkan jabatan di atas segalanya. 

Sikap rendah diri dan memegang penuh amanah menjadikannya sebagai politisi yang tidak memiliki musuh.

Kesan ini disampaikan Nasir Djamil, Anggota DPR RI yang beberapa kali didampingi almarhum ketika melaksanakan program kerja di Aceh Tamiang

Baginya, kepergian Tengku Insyafuddin bukan hanya duka untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tapi untuk seluruh masyarakat Aceh Tamiang.

“Pak Tengku merupakan kader senior PKS, tapi saya meyakini kepergian beliau merupakan duka untuk seluruh rakyat Aceh Tamiang,” kata Nasir Djamil kepada Serambinews.com, Minggu (22/12/2024).

Selama mengenal almarhum, Nasir Djamil mengaku, terkesan dengan kesederhanaan dan tidak memiliki ambisi terhadap jabatan. 

Insyafuddin juga, diakuinya, sangat hati-hati ketika menjalankan amanah kekuasaan. 

“Beliau ini masih memiliki keturunan raja-raja, tapi beliau tetap berteman dengan siapa saja, tetap sederhana. Ini yang membuat beliau tidak memiliki musuh,” sambungnya.

Kabar duka ini diterima Nasir Djamil pada Minggu (22/12/2024) dini hari, dan dia sudah berniat berangkat ke Aceh Tamiang untuk menghadiri pemakaman. 

Namun karena terkendala tiket pesawat, niat ini harus ditunda sampai Senin (23/12/2024).

“Saya di Jakarta, tiket tidak dapat. Insya Allah, Senin saya di sana (Aceh Tamiang),” ucapnya.

Diketahui Wakil Bupati Aceh Tamiang periode 2017-2022, Tengku Insyafuddin wafat dalam perawatan medis di Medan, Minggu (22/12/2024) dini hari. 

Almarhum tutup usia 57 tahun dan sebelumnya sudah divonis dokter mengidap kanker plasma darah.

Keponakan almarhum, Tengku Dedi Syah membenarkan, kalau selama ini pamannya tersebut berjuang melawan kanker plasma. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved