Berita Aceh Tenggara

Perahu Terbalik di Agara 2 Meninggal, 9 Hilang

Akibat jalan dan jembatan putus dihantam banjir,  26 warga terpaksa menempuh jalur Sungai Alas dengan menaiki perahu mesin robin.

Editor: mufti
SERAMBI/ASNAWI LUWI
ILUSTRASI -- Kawasan TNGL di Desa Ketambe memiliki Sungai Alas Ketambe yang dijadikan ajang arung jeram internasional. Foto direkam beberapa waktu lalu. 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Akibat jalan dan jembatan putus dihantam banjir,  26 warga terpaksa menempuh jalur Sungai Alas dengan menaiki perahu mesin robin. Naas, perahu yang membawa 26 penumpang dari arah Desa Muara Situlen menuju Bunbun Indah, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, itu terbalik. Semuanya jatuh ke sungai. Sebanyak 15 penumpang selamat, 2 ditemukan meninggal dunia. Namun sisanya sebanyak 9 orang hanyut dan masih dalam pencarian pihak terkait hingga Minggu sore.

Camar Leuser, Dian Iskandar SIP MAP, mengatakan, gara-gara akses jalan dan jembatan di Desa Kande Mende menuju Desa Lawe Serakut, putus diterjang banjir, sebanyak 15 desa menjadi terisolir. Sehingga masyarakat pun terpaksa memilih akses transportasi air yang membahayakan, karena arus sungai tergolong kuat. Dikatakan, perahu yang membawa 26 penumpang itu terbalik saat menyeberangi Sungai Alas.

Sebelumnya diberitakan, sepanjang 20 meter badan jalan dan jembatan penghubung di lintasan Jalan Provinsi Aceh di pedalaman Kecamatan Leuser,  persisnya menghubungkan Desa Kane Mende-Bukit Bintang Indah, Aceh Tenggara, putus diterjang banjir, Sabtu (21/12/2024) siang.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi kepada TribunGayo.com, Minggu (22/12/2024) mengatakan, jalan beserta jembatan penghubung di lintasan Provinsi Aceh di Pedalaman Kecamatan Leuser putus akibat diterjang banjir. 

Menurut Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, pihaknya telah berkoordinasi dengan UPTD Dinas PUPR Aceh untuk segera menangani jalan putus di pedalaman Kecamatan Leuser. Jalan tersebut sebagai penentu dan diharapkan membawa hasil bumi dari ladang untuk bisa dipasarkan.

Adapun korban hanyut yang selamat yakni Jono Arianto, Abadi, Lela Wati, Lina, Gita, Maher, Lahidin, Satria, Rival, Icut, Selamat Tarigan, Juliani, Alfansah, Adi Robin dan Ogek.

Korban hanyut yang hilang adalah Sahrul (50), Mahmuda (17), Mariana (40), Suliani (13), Fatimah (21), Dilal (6), Yaumil (23), Asnah (44), Cahaya (10). Sedangkan korban hanyut yang ditemukan meninggal dunia yakni Saemah (56) dan Sudes (satu tahun).

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi, mengatakan,  BPBD Aceh Tenggara menerima informasi  tentang adanya kejadian perahu bermesin (Robin) terbalik di Sungai Alas sekitar pukul 13.30 WIB. Pihak Basarnas , TNI/Polri, BPBD, dan masyarakat terus melakukan pencarian untuk menemukan korban yang hilang.(as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved