Konflik Palestina dan Israel
Israel Akui Telah Membunuh Pimpinan Hamas Ismail Haniyeh Untuk Pertama Kalinya
"Ketika organisasi teroris Houthi menembakkan rudal ke Israel, saya ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada mereka: Kami telah mengalahkan Hamas,
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM- Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara terbuka mengakui bahwa Israel telah membunuh kepala politik Hamas, Ismail Haniyeh, dan memperingatkan bahwa kelompok Houthi yang berbasis di Yaman akan menerima “pukulan telak” selanjutnya.
Pernyataan ini disampaikan oleh Katz dalam sebuah acara penghormatan bagi personel Kementerian Pertahanan pada Senin malam (23/12/2024).
Dalam pernyataannya, Katz menyatakan bahwa Israel telah memberikan “pukulan telak pada poros kejahatan,” merujuk pada keberhasilan Israel dalam menanggulangi beberapa kelompok teroris, dan menegaskan bahwa Israel juga akan menargetkan Houthi, kelompok yang masih bertahan.
Katz menjelaskan, "Ketika organisasi teroris Houthi menembakkan rudal ke Israel, saya ingin menyampaikan pesan yang jelas kepada mereka: Kami telah mengalahkan Hamas, kami telah mengalahkan Hizbullah, kami telah membutakan sistem pertahanan Iran dan merusak sistem produksi, kami telah menggulingkan rezim Bashar al-Assad di Suriah."
Katz menambahkan bahwa Israel akan merusak infrastruktur strategis Houthi, dan akan "memenggal kepala para pemimpin mereka" sebagaimana yang telah dilakukan terhadap Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, dan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah. Katz bahkan merujuk pada pembunuhan Haniyeh di Teheran, serta pembunuhan terhadap Sinwar di Gaza dan Nasrallah di Lebanon.
Houthi sendiri telah meluncurkan serangkaian serangan rudal terhadap Israel dalam beberapa bulan terakhir, termasuk serangan terhadap Tel Aviv pada hari Sabtu menggunakan rudal balistik hipersonik.
Dalam serangan ini, lebih dari 12 orang terluka ringan akibat rudal yang berhasil menghindari sistem pertahanan Israel dan menghantam sebuah taman umum di Jaffa, sebuah kota di dekat Tel Aviv.
Ismail Haniyeh dilaporkan dibunuh pada 31 Juli saat mengunjungi Teheran untuk menghadiri pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Menurut laporan media pemerintah Iran pada saat itu, pemimpin Hamas dan pengawalnya tewas setelah sebuah "proyektil berpemandu udara" menghantam kediaman khusus veteran militer, tempat Haniyeh menginap, di Teheran utara sekitar pukul 2 pagi waktu setempat.
Meskipun para pejabat Iran dan Palestina langsung menyalahkan Israel atas serangan tersebut, Israel hingga kini belum memberikan konfirmasi atau membantah keterlibatannya dalam pembunuhan itu.
Pembunuhan Haniyeh memicu kemarahan besar di Palestina dan menimbulkan ketakutan akan terjadinya konflik regional yang lebih luas. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menanggapi pembunuhan ini dengan mengancam akan memberikan “hukuman keras” sebagai balasan.
Pada bulan Oktober, Iran merespons dengan meluncurkan serangkaian rudal ke beberapa kota di Israel, yang disebutnya sebagai pembalasan atas pembunuhan terhadap pemimpin-pemimpin sekutunya, seperti Haniyeh dan Hassan Nasrallah.
Selain ancaman terhadap Houthi, Israel terus memperkuat posisinya dalam kawasan dengan meningkatkan serangan terhadap berbagai kelompok yang dianggap teroris.
Ketegangan ini semakin meningkat seiring dengan serangan-serangan tersebut, yang memicu kekhawatiran akan eskalasi yang lebih besar, baik dalam skala regional maupun internasional.
Israel Serang Rumah Sakit Nasser di Gaza, 15 Orang Tewas Termasuk 4 Jurnalis |
![]() |
---|
Israel Siap Gencatan Senjata Jika Hamas Dibubarkan? Trump Ultimatum Hamas: Terima atau Hancur! |
![]() |
---|
Dubes AS Mike Huckabee Tolak Palestina di Tepi Barat: Kenapa Harus di Tanah yang Sama dengan Israel? |
![]() |
---|
Biadab! Israel Kembali Bantai Puluhan Warga Gaza di Titik Bantuan di Tengah Kelaparan |
![]() |
---|
Misi Kemanusiaan Disergap! Israel Tahan Kapal Bantuan Bersama Greta Thunberg |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.