Suara Parlemen
Senator Aceh Azhari Cage Kecam Perdagangan Orang Aceh ke Malaysia: TPPO Ini Biadab dan tak Bermoral
Senator Aceh Azhari Cage Mengecam Keras Perdagangan Orang Aceh ke Malaysia: "TPPO Ini Biadab dan Tidak Bermoral"
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Fikar W.Eda I Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Senator Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Azhari Cage, dengan tegas mengecam tindakan perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan perempuan asal Aceh ke Malaysia.
Ia menyebut perbuatan tersebut sebagai tindakan biadab dan tidak bermoral yang mencoreng nilai-nilai kemanusiaan dan adat istiadat Aceh.
"Sungguh biadab dan tidak bermoral! Mereka yang memperjualbelikan anak-anak perempuan Aceh untuk dijadikan pelacur di Malaysia telah mengkhianati nilai-nilai kemanusiaan dan adat istiadat Aceh.
Bukannya menjaga sesama masyarakat Aceh, malah tega menjualnya ke negeri orang," tegas Azhari Cage.
Ia mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dan Polri, untuk segera mengusut tuntas kasus ini hingga ke akarnya
"Saya meminta agar para pelaku diberikan hukuman berat yang setimpal dengan perbuatannya.
Dimana moral mereka yang tega menjual anak-anak Aceh untuk dijadikan pelacur? Ini tindakan terkutuk dan tidak bisa ditolerir," lanjutnya.
Baca juga: Polda Aceh Tangkap 2 Pelaku TPPO, Modus Iming-iming Kerja di Laos
Selain meminta penegakan hukum, Azhari Cage juga menyerukan kepada pemerintah Aceh yang baru serta Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini.
Ia menegaskan pentingnya menciptakan lapangan kerja di Aceh sebagai solusi untuk mengatasi pengangguran dan mencegah masyarakat Aceh dari praktik perdagangan orang.
"Tugas utama pemerintah Aceh yang baru adalah membuka lapangan kerja agar masyarakat Aceh tidak terjerumus ke dalam jurang kemiskinan.
Hasil kekayaan Aceh harus dinikmati oleh masyarakat Aceh sendiri," tegasnya.
Baca juga: Begini Modus Pelaku TPPO ‘Jual’ Orang Aceh ke Luar Negeri, Iming-iming Kerja Bergaji Tinggi di Laos
Azhari Cage juga meminta perusahaan-perusahaan BUMN dan swasta yang beroperasi di Aceh untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.
"Jangan sampai hasil bumi Aceh dikuras, sementara masyarakatnya kelaparan.
Ini tanggung jawab moral perusahaan untuk memberdayakan masyarakat lokal," katanya.
Ia berharap langkah tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum dapat segera dilakukan agar kasus serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.
Menurutnya, ini adalah momentum bagi Aceh untuk bersatu menjaga kehormatan dan masa depan masyarakatnya.(fik)
Baca juga: Azhari Cage Pantau Pelabuhan Ulee Lheue untuk Pastikan Kelancaran Transportasi Jelang Tahun Baru
Senator Darwati Minta Tambahan Anggaran untuk Aceh & Pertanyakan Status Blang Padang kepada Menkeu |
![]() |
---|
Soal 4 Pulau Aceh Dialihkan ke Sumut, Azhari Cage: Ini Perlakuan Kesewenangan Pusat Terhadap Aceh |
![]() |
---|
HRD Kawal Pembangunan Tol Trans Sumatera, Termasuk Jalan Tol Sigli-Langsa |
![]() |
---|
HRD dan Sayuti Bersinergi Bahas Pembangunan Lhokseumawe |
![]() |
---|
HRD Puji Kinerja Kainduk PJR Tol Cikampek dan Tim, Minta Pengendara Arus Balik Utamakan Keselamatan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.