Minggu, 3 Mei 2026

Perang Gaza

Dokter dari Seluruh Dunia Tuntut Israel Bebaskan Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan

Petisi ini ditujukan kepada Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris dan pertemuan “masyarakat internasional, khususnya Amerika Serikat,

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/AFP
Hussam Abu Safiya, direktur rumah sakit Kamal Adwan di Gaza, mengawasi perawatan seorang pria Palestina yang terluka dalam serangan Israel di Beit Lahia di Jalur Gaza utara, pada 21 November 2024. 

SERAMBINEWS.COM - Para petugas kesehatan dan pengguna media sosial dari seluruh dunia menuntut segera Dr. Hussam Abu Safiya, direktur rumah sakit Kamal Adwan di Gaza utara, yang saat ini ditahan oleh militer Israel

Para dokter, tenaga medis, dan warga sipil biasa telah menggunakan media sosial minggu ini untuk menyampaikan dukungan mereka terhadap Abu Safiya, dengan menggunakan tagar "FreeDrHussamAbuSafiyeh", serta memperkuat tuntutan agar Israel berhenti menyerang rumah sakit di Gaza dalam perangnya di daerah kantong yang terkepung itu yang dimulai pada Oktober 2023.

Selain tagar yang sedang tren, sebuah petisi dimulai di platform Change.org.

Baca juga: Awal Tahun 2025, Israel Bunuh 23 Warga Gaza dalam Berbagai Serangan Barbar terhadap Pengungsi

Petisi ini ditujukan kepada Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris dan pertemuan “masyarakat internasional, khususnya Amerika Serikat, untuk menggunakan pengaruh dan mengizinkannya untuk memaksa Israel segera membebaskan Dr. Abu Safiya dan tenaga medis serta pasien lain yang ditahan di Kamal Adwan”.

Foto terakhir Dr Hossam Abu Safiya diambil oleh fotografer Muhannad Al-Muqayd, dan menunjukkan Dr Abu Safiya berjalan dengan gaun putihnya di tengah reruntuhan Rumah Sakit Kamal Adwan, yang dibakar oleh mesin perang Israel, dengan tank pendudukan. 
Foto terakhir Dr Hossam Abu Safiya diambil oleh fotografer Muhannad Al-Muqayd, dan menunjukkan Dr Abu Safiya berjalan dengan gaun putihnya di tengah reruntuhan Rumah Sakit Kamal Adwan, yang dibakar oleh mesin perang Israel, dengan tank pendudukan.  (SERAMBINEWS.COM/MEDSOS)

“Pelayanan kesehatan bukanlah kejahatan. Menyerang rumah sakit, staf medis, dan pasien secara sengaja adalah kejahatan,” bunyi pernyataan petisi tersebut. 

Hampir 2.000 orang telah menandatangani petisi, mengutip hukum internasional yang melarang serangan yang disengaja atau disengaja terhadap fasilitas dan personel medis, serta yang terluka dan sakit.

Keluarga Abu Safiya juga mengimbau masyarakat internasional untuk mengambil tindakan demi pengampunan dokter tersebut.

Setelah mengepung fasilitas medis tersebut, pasukan Israel mengosongkan lokasinya dengan paksa, dan membakar beberapa bagian bangunan.
Setelah mengepung fasilitas medis tersebut, pasukan Israel mengosongkan lokasinya dengan paksa, dan membakar beberapa bagian bangunan. (SERAMBINEWS/medsos)

Para profesional medis berbagi gambar berani dengan pesan tulisan tangan bertuliskan #FreeDrHussamAbuSafiya untuk menarik lebih banyak perhatian terhadap tujuan tersebut. 

Pasukan Israel menahan Abu Safiya pada hari Jumat setelah masuk rumah sakit Kamal Adwan. Selama serangan Israel, beberapa departemen terbakar, terbakar dan melukai pekerja medis dan pasien Palestina, menurut Munir al-Bursh, direktur jenderal menteri kesehatan Palestina di Gaza.

Dalam serangan itu, pasukan Israel mengatakan mereka telah kehilangan sedikitnya 20 warga Palestina.

Menurut laporan pada hari Senin, Abu Safiya saat ini ditahan di penjara terkenal kejam Sde Teiman di Israel, tempat terjadinya penyiksaan, pembunuhan, dan tipu muslihat, yang merajalela, menurut para tahanan yang baru saja dibebaskan.

Bursh mengatakan bahwa pasukan Israel dengan memukuli dengan kejam Abu Safiya sebelum menangkapnya.

Sejak berita tentang Abu Safiya ditahan di Sde Teiman, banyak orang di dunia maya menuntut pertanggungjawaban dan penjelasan dari otoritas Israel.

Rumah sakit Kamal Adwan, yang merupakan rumah sakit terakhir yang berfungsi di Gaza utara, kini tidak lagi berfungsi setelah serangan Israel yang terus-menerus. 

Abu Safiya telah menjadi terkenal sepanjang perang Israel di Gaza melalui pelayanannya untuk perawatan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh warga Palestina dan berita terkini yang rutin ia sampaikan dari daerah kantong yang dilanda perang itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved