Kesehatan
Buah dan Sayur Ini Bagus Dikonsumsi saat Haid Agar Tak Lemas Kata dr Boyke
Seksolog dr Boyke Dian Nugraha kali ini mengungkap asupan buah dan sayur cocok dikonsumsi wanita yang sedang haid.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM - Seksolog dr Boyke Dian Nugraha kali ini mengungkap asupan buah dan sayur cocok dikonsumsi wanita yang sedang haid atau menstruasi agar tak lemas.
Menstruasi atau haid adalah pendarahan vagina normal yang dialami setiap wanita.
Haid biasanya dialami setiap bulannya berlangsung antara tiga hingga lima hari.
Haid terjadi ketika pematangan sel telur dalam tubuh perempuan yang tidak dibuahi oleh sel sperma sehingga meluruh dan keluar dari tubuh perempuan tersebut.
Dikutip dari laman Medline Plus, menstruasi biasanya dimulai antara usia 11 dan 14 tahun dan berlanjut hingga menopause pada usia sekitar 51 tahun.
Tak jarang pula, wanita mengalami menstruasi pertama kali pada usia remaja, namun tak sedikit juga yang sudah haid saat masih duduk di bangku SD dan ada juga yang baru haid saat di bangku SMA bahkan kuliah.
Baca juga: Pertanda Infeksi hingga Gejala Kanker Serviks, Inilah 5 Ciri-ciri Keputihan Berbahaya Kata dr Boyke
Saat haid, badan terasa lemas. Ini merupakan kondisi yang umum.
Salah satu penyebab badan lemas saat menstruasi adalah hormon.
Ya, hormon estrogen dan progesteron berada pada level terendah saat menstruasi.
Hal ini dapat menyebabkan berbagai keluhan, seperti mood swing, nyeri perut, pusing, mual, serta mudah lelah.
dr Boyke juga membenarkan hal tersebut.
"Menstruasi itu berkaitan dengan siklus hormonal, oleh karena itu sering kali wanita saat menstruasi mengalami gangguan mood karena saat menstruasi hormon estrogen dan hormon progesteron itu mengalami penurunan yang drastis," kata dr Boyke dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube SONARA FM, Selasa (8/11/2022).
Baca juga: Totok Miss V Apakah Berbahaya untuk Kesehatan? Begini Kata Seksolog dr Boyke, Wanita Wajib Tahu
Akibat penurunan hormon tersebut saat menstruasi, sehingga bisa menyebabkan wanita haid memiliki persaan sensitif dan lemas.
"Akibatnya wanita-wanita menjadi lebih sensitif, para wanita harus menyadari bahwa sensitifitas pada saat menstruasi itu juga bisa mengganggu lingkungan, menjadi bete, mudah sekali marah, sebenarnya itu berkaitan dengan siklus hormonal," lanjutnya.
Banyaknya darah atau disebut juga sebagai selaput lendir rahim yang keluar saat haid, itu sebabnya wanita kerap merasa lemas selama periode menstruasi.
"Karena pada saat menstruasi memang tubuh mengeluarkan apa yang disebut dengan darah, sebenarnya adalah selaput lendir rahim yang banyak mengandung hemoglobin sehingga tubuh terasa kadang kadang terasa lemas," imbuhnya.
Untuk itu, kondisi lemas saat haid bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan sehat yang mengadung tinggi zat besi.
Beberapa buah dan sayur yang baik dikonsumsi saat haid adalah sayur bayam dan buah naga.
Baca juga: Penyebab Menstruasi Tidak Lancar, Coba Periksa Apakah Mengalami Ini, dr Boyke: Bisa Sulit Punya Anak
Sayur bayam dan buah naga dinilai mengandung tinggi zat besi sehingga bisa memenuhi asupan hemoglobin tubuh dan tubuh tidak kekurangan darah saat haid.
"Pada saat haid juga sebaikanya mengonsumsi bayam atau boleh juga buah naga, ini banyak mengandung zat besi," pungkasnya.
Pertanda Infeksi hingga Gejala Kanker Serviks, Inilah 5 Ciri-ciri Keputihan Berbahaya Kata dr Boyke
Seksolog dr Boyke Dian Nugraha mengungkap ciri-ciri keputihan yang sehingga harus segera diobati ke dokter.
Bagi kaum wanita, keputihan merupakan hal yang wajar, biasanya kondisi ini terjadi pada wanita sebelum memasuki masa menstruasi.
Keputihan merupakan kondisi ketika lendir atau cairan keluar dari miss V, kondisi ini terjadi secara alami.
Keputihan dibagi menjadi 2 (dua) macam, yakni keputihan fisiologis (keputihan normal) yaitu keputihan yang berwarna putih atau bening, tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal pada vagina.
Sementara keputihan patologis adalah keputihan yang diakibatkan oleh infeksi, biasanya berwarna kuning atau hijau, berbau amis/bau busuk dan menimbulkan rasa gatal).
Keputihan patologis atau keputihan yang tidak normal ini yang perlu diwaspadai, pasalnya keputihan ini sangat berbahaya dan menganggu kesehatan.
Dilansir Serambinews.com dari akun TikTok Klinik Pasutri, seksolog dr Boyke mengungkap beberapa ciri-ciri keputihan patologis yang berbahaya dan harus diobati ke dokter.
Menurut dr Boyke, adapun ciri keputihan yang harus diobati ke dokter apabila :
- Terasa Gatal
- Berubah warna
- Berbau
- Bercampur Darah
- Keputihan dengan jumlah yang banyak.
"Tanda-tanda keputihan yang berbahaya pertama ditandai rasa gatal, keputihan berwarna hijau dan kuning, keputihan yang berbau, keputihan disertai demam dan keputihan disertai darah, itu semua tanda-tanda keputihan patologis," ujar dr Boyke dikutip Serambinews.com, Kamis (2/1/2025).
Jadi, jika Anda mengalami keputihan dengan tanda-tanda yang disebutkan di atas, segera periksakan ke dokter karena ini menandakan adanya infeksi hingga gejala kanker serviks.
"Bawa ke dokter terus, bisa jadi itu infeksi atau mungkin gejala kanker serviks juga bisa menjadi gejala yang berbahaya lainnya," tambah dr Boyke.
Sementara itu dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, keputihan dapat menyerang semua wanita tanpa mengenal usia, mulai dari bayi hingga menopause.
Organ yang berperan penting terhadap keputihan, yakni leher rahim (cervix) dan vagina.
Vagina yang normal berada dalam kondisi lembab dan permukaannya senantiasa basah oleh lendir atau cairan yang disebut dengan sekret.
Sekret diproduksi oleh kelenjar pada leher rahim (cervix), dinding vagina, dan kelenjar Bartholinidi bibir kemaluan yang berperan penting dalam menjamin fungsi yang optimal dari organ reproduksi.
Sekret yang keluar dikatakan normal apabila tidak berwarna, tidak berbau, tidak menimbulkan nyeri dan tidak gatal, sedangkan jika sekret berbau, berwarna, menimbulkan nyeri dan gatal maka keputihan tersebut adalah keputihan yang patologis.
Faktor Keputihan
Keputihan yang normal dapat berubah menjadi keputihan yang patologis jika kebersihan daerah intim tidak dijaga dengan baik.
Beberapa faktor yang sering menyebabkan keputihan yang patologis antara lain bakteri, virus, jamur, dan parasit.
Selain itu, kebersihan daerah intim sangat dipengaruhi oleh air yang digunakan untuk membersihkan organ reproduksi.
Air yang sudah tercemar mengandung bakteri maupun parasit dapat menyebabkan organ reproduksi mengalami gangguan seperti radang panggul.
Bahaya Keputihan
Keputihan yang terlalu lama dan dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi.
Komplikasi bisa terjadi karena bakteri yang ada di vagina dapat masuk ke rongga rahim kemudian ke saluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul.
Tidak jarang wanita yang menderita keputihan yang kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
| Berikut Aneka Jus Pengontrol Kadar Gula Darah agar Tetap Stabil |
|
|---|
| Jangan Sembarangan Makan! Ini Daftar Pantangan Ibu Hamil Menurut Dr Boyke |
|
|---|
| Cuaca Tak Menentu? Ini 4 Cara Ampuh Jaga Kesehatan Saat Musim Hujan |
|
|---|
| 5 Cara Mengurangi Overthinking di Malam Hari Sebelum Tidur, Biar Pikiran Lebih Tenang |
|
|---|
| Manfaat Konsumsi Vitamin C dan D Bersamaan, Benarkah Lebih Efektif untuk Imunitas? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pakar-seksolog-dr-Boyke-Dian-Nugraha.jpg)