Berita Lhokseumawe
Komunitas Tika Beut Adakan Diskusi tentang Pentingnya Persahabatan Sehat di Kalangan Mahasiswa
Diskusi ini berlangsung di halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Lhokseumawe, Kamis (2/1/2025).
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Diskusi ini berlangsung di halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Lhokseumawe, Kamis (2/1/2025).
Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Komunitas Tika Beut menggelar diskusi bertema “Sahabat Sejati, Refleksi Diri: Merawat Pergaulan dalam Berteman Bebas Toxic” .
Diskusi ini berlangsung di halaman Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Lhokseumawe, Kamis (2/1/2025).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjalin persahabatan yang sehat di kalangan mahasiswa.
Seminar ini menghadirkan pemateri Daniel Khumaidy, yang juga dikenal sebagai Agam Persahabatan Provinsi Aceh 2024.
Selain itu, hadir pula Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Dr Rizqi Wahyudi, Sekretaris Jurusan KPI Zanzibar, MSos, dan Ketua Komunitas Tika Beut, Jihan Fanyra.
Dalam sambutannya, Dr Rizqi Wahyudi, menggarisbawahi pentingnya memiliki sahabat sejati yang mampu memberikan pengaruh positif dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Peringatan HAB Kemenag Aceh Besar Diguyur Hujan, 3 Honorer Masa Bakti 8-19 Tahun Dibantu Rehab Rumah
“Persahabatan yang baik dapat menjadi penopang dalam menghadapi berbagai tantangan hidup,” ujarnya.
Mengingatkan mahasiswa untuk selalu memilih teman yang dapat mendukung perkembangan diri.
Zanzibar, Sekretaris Jurusan KPI, turut menambahkan, perlu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan hubungan positif di kalangan mahasiswa melalui seminar ini.
“Saya harap kita dapat lebih memahami pentingnya memilih teman yang baik dan menjauhi yang beracun,” katanya.
Sebagai pemateri, Daniel Khumaidy menekankan bahwa refleksi diri adalah kunci utama untuk menjaga hubungan yang sehat.
"Kita perlu mengenali diri kita sendiri sebelum menjalin hubungan dengan orang lain.
Dengan memahami diri, kita dapat menghindari hubungan yang beracun dan membangun persahabatan yang saling mendukung," jelasnya.
Baca juga: Gadis Aceh Korban Rudapaksa dan TPPO di Malaysia dalam Proses Pemulangan, Begini Penjelasan Imigrasi
Acara ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai persahabatan.
Ketua Komunitas Tika Beut, Jihan Fanyra, mengatakan, “Saya sangat terinspirasi oleh pembicaraan ini. Mengingat pentingnya memilih teman yang positif adalah sesuatu yang harus kita sadari sejak dini.”
Seminar ini diharapkan tidak hanya memberikan wawasan baru bagi peserta tentang merawat pergaulan dan menjalin persahabatan yang sehat.
Tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman serta pengetahuan di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Dengan kesuksesan acara ini, panitia berharap dapat terus mengadakan kegiatan serupa di masa depan untuk mendukung pengembangan hubungan sosial yang positif di kalangan generasi muda. (*)
| Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini 20 April 2026 Turun, Berikut Rincian Harganya |
|
|---|
| Wali Kota Lhokseumawe Kukuhkan Pengurus FK-MPR Periode 2026–2029 |
|
|---|
| Bantai KNPI, Aneuk Agam Melaju ke Final Turnamen Voli Kapolres Lhokseumawe Cup |
|
|---|
| Setelah Hilang Beberapa Jam, Polisi Temukan Handphone Mahasiswa yang Hilang di Lhokseumawe |
|
|---|
| Semifinal Turnamen Voli Kapolres Lhokseumawe Cup, Malam Ini Harimau Kupas Vs Mori Ceko |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/diskusi-tika-beut.jpg)