Berita Banda Aceh
Sepanjang 2024, Aceh Alami Kerugian Rp 123 Miliar Akibat Bencana
“Nilai kerugian tersebut dihitung dari kerusakan infrastruktur, harta benda warga, dan lahan pertanian,” kata Kepala BPBA, Teuku Nara Setia.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
“Nilai kerugian tersebut dihitung dari kerusakan infrastruktur, harta benda warga, dan lahan pertanian,” kata Kepala BPBA, Teuku Nara Setia, dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).
Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat 273 kejadian bencana alam melanda wilayah Provinsi Aceh sepanjang tahun 2024 dengan kerugian mencapai Rp 123 miliar.
“Nilai kerugian tersebut dihitung dari kerusakan infrastruktur, harta benda warga, dan lahan pertanian,” kata Kepala BPBA, Teuku Nara Setia, dalam keterangannya, Selasa (7/1/2025).
Ia menjelaskan, jumlah bencana pada tahun 2024 lebih sedikit jika dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 418 kejadian.
Hal itu selaras dengan angka kerugian yang juga berkurang dari Rp 430 miliar pada 2023 menjadi Rp 123 miliar.
Selama tahun 2024, kata dia, kebakaran pemukiman masih mendominasi bencana di Tanah Rencong yakni sebanyak 86 kali kejadian, dengan kerugian Rp69 miliar.
Kemudian, di urutan kedua ada bencana banjir sebanyak 68 kali kejadian yang berdampak pada 5.062 rumah dan 11 jembatan, 18 tanggul rusak, serta 883 hektare sawah terendam dengan total pengungsi 4.009 orang.
Selain itu, juga ada kebakaran hutan dan lahan sebanyak 63 kali, dengan lahan yang terbakar seluas 214 hektare.
Angin puting beliung sebanyak 34 kejadian yang merusak 376 rumah warga dengan total kerugian mencapai Rp9,5 miliar.
“Longsor 14 kali kejadian dengan kerugian mencapai Rp 1,2 miliar. Banjir bandang 4 kejadian yang merendam rumah dengan prakiraan kerugian Rp 715 juta, kekeringan dua kejadian pada 4 kecamatan 53 desa di Kabupaten Aceh Besar, gempa bumi satu kejadian di Pantai Barat Simeulue dengan magnitude 5.9 SR, dan abrasi sebanyak satu yang kejadian merusak satu rumah,” sebutnya.
Baca juga: Antisipasi Banjir, BPBD Aceh Besar Siagakan Personel
Menurut Teuku Nara, berbagai kejadian tersebut berdampak pada 40 sarana pendidikan, tiga sarana kesehatan, 11 sarana pemerintahan, dan 12 sarana ibadah.
Selain itu, juga berdampak pada 157 ruko, 16 jembatan, 18 tanggul dan 250 meter badan jalan akibat banjir dan longsor.
Kemudian turut berdampak pada 787 rumah rusak akibat kebakaran pemukiman, angin puting beliung, banjir, dan longsor.
“Berbagai bencana itu menyebabkan 12 orang meninggal dunia, empat orang luka-luka, dan berdampak pada 44.641 Kepala Keluarga (KK), serta 159.141 Jiwa serta 4.144 pengungsi,” sebutnya.
Ia menambahkan, untuk kebakaran pemukiman mengalami penurunan dari 149 kejadian di tahun 2023 menjadi 86 kejadian pada tahun 2024.
Begitu halnya dengan bencana banjir juga mengalami penurunan dari tahun 2023 berjumlah 105 kali menjadi 68 kejadian di tahun 2024.
”Tentunya ini merupakan hasil kerjasama kita bersama dalam meningkatkan mitigasi bencana, sehingga angka kejadian bencana masih bisa kita turunkan tiap tahunnya,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Memitigasi Bencana Alam
| 12.648 Peserta UTBK Jalani Ujian di USK, Hari Ini Hingga 30 April 2026 |
|
|---|
| USK Aktif Ikut Konferensi Internasional di Malaysia, Perkuat Kiprah Global |
|
|---|
| Tuanku Muhammad Desak Pemerintah Aceh Pastikan Semua Ibu Hamil dan Menyusui Ditanggung JKA |
|
|---|
| Pansus Qanun Penyertaan Modal dan Aset DPRK Banda Aceh Tinjau Aset Dihibahkan ke Perumda Tirta Daroy |
|
|---|
| Berkas Lengkap, Polda Aceh Serahkan Pendeta Penghina Nabi Muhammad ke Kejaksaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bencana-kebakaran-rumah-di-kawasan-Aceh-Besar.jpg)