Kesehatan
Berapa Dosis Minum Minyak Zaitun dalam Sehari? dr Zaidul Akbar Bilang Begini, Jadi Rahasia Awet Muda
Dalam kesempatan tersebut, dr Zaidul Akbar mengatakan, manfaat minyak zaitun bisa dirasakan apabila rutin dikonsumsi.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Agus Ramadhan
SERAMBINEWS.COM - Minyak zaitun dikenal karena memiliki manfaat untuk menyehtkan tubuh.
Menurut American Heart Association melaporkan, konsumsi minyak zaitun secara rutin bisa mencegah penyakit jantung, menurunkan kolesterol jahat hingga mencegah penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah.
Umumnya, minzak zaitun dicampur ke dalam masakan atu dikonsumsi secara langsung.
Seorang dokter, pendakwah Islam dan praktisi pengobatan berdasarkan sunnah Rasulullah SAW, dr Zaidul Akbar dalam kajian dakwahnya mengungkap dosis yang tepat mengonsumsi minyak zaitun.
Dalam kesempatan tersebut, dr Zaidul Akbar mengatakan, manfaat minyak zaitun bisa dirasakan apabila rutin dikonsumsi.
Jika merujuk pada negara-negara dengan angka harapan hidup tertinggi, mereka merutinkan konsumsi minyak zaitun.
Baca juga: Bukan Kemasan, dr Zaidul Akbar Anjurkan Beli Susu Pilihlah yang Berasal dari Grass Fed Milk,Apa Itu?
"Contoh mungkin di salah satu beberapa ulisan atau mungkin video yang saya baca, ada negara-negara yang Subhanallah usia harapan hidup mereka tinggi-tinggi sekali dan mereka itu sangat tinggi dalam konsumsi ini minyak zaitun," kata dr Zaidul Akbar.
Umumnya, mereka mengonsumsi minyak zaitun baik itu dikonsumsi secara langsung atau dicampur ke dalam menu andalan masakan.
"Kalau Anda lihat negara-negara yang usia harapan hidupnya tinggi itu pasti ada menu-menu andalan mereka yang mereka konsumsi untuk membuat mereka entah hidupnya panjang sehat apa segala macam kayak gitu," sambungnya.
Lanjut dr Zaidul Akbar, mereka mengonsumsi minyak zaitun setiap hari dengan hampir 10 sendok makan dengan jadwal dua sendok makan dikonsumsi usai shalat.
"Mereka hampir 10 sendok makan sehari, jadi setiap shalat minum dua sendok makan minzak zaitun," timpalnya.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro itu juga menceritakan kisah rekannya yang tampak awet muda karena rutin mengonsumsi minyak zaitun.
Baca juga: Dokter Zaidul Akbar Anjurkan Makan Buah Segar ketimbang Minum Jus, Ternyata Ini Alasannya
"Saya pernah ketemu seorang teman, dia umurnya 50-an tapi kalau dilihat wajahnya seperti umur 30-an, dan saya tanya sama beliau rahasianya apa, ternyata setiap hari tidak pernah lepas dengan minyak zaitun," pungkasnya.
Tomat, Bayam dan Minyak Zaitun Diolah Bisa untuk Kesehatan Prostat, Ini Resep ala dr Zaidul Akbar
Pakar obat herbal, dr Zaidul Akbar, merekomendasikan konsumsi tomat dan bayam untuk menjaga kesehatan prostat secara alami.
Dokter Zaidul Akbar yang juga ahli kesehatan dan pendakwah ini mengatakan tomat, yang kaya senyawa likopen, sebaiknya dikonsumsi setelah melewati proses pemanasan seperti dikukus atau dijemur.
Tujuannya untuk mengeluarkan zat anti-kanker.
Tambahkan sedikit minyak zaitun, bayam kukus, dan lada hitam agar lebih efektif.
Rutin mengonsumsi ramuan ini dapat membantu mengurangi risiko pembengkakan prostat dan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Seperti diketahui, prostat merupakan bengkak yang dapat menyebabkan penderitanya merasakan tidak nyaman saat buang air.
Selain itu, masalah kesehatan ini juga bisa memicu gangguan kandung kemih, saluran kemih atau ginjal.
dr Zaidul Akbar, dokter yang juga pendakwah dalam sebuah kajiannya membahas mengenai penyakit prostat.
Dalam kesempatan itu, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro ini juga membagikan resep sehat untuk mengatasi keluhan prostat.
Resep yang dibagikan bahannya sangat mudah ditemui. Bahkan jadi konsumsi masyarakat sehari-hari.
Lewat kanal YouTube miliknya dr Zaidul Akbar Official pendakwah ini berbagi resep sehat prostat.
Adapun resep sehat untuk mengatasi keluhan prostat adalah rutin konsumsi tomat dan bayam secara bersamaan.
"Which is bapak-bapak nih kalau mau prostatnya sehat, makan tomat satu hari satu saja," katanya.
Penting untuk diketahui bahwa saat konsumsi tomat, maka makanlah tomat dengan cara yang benar agar mendapat manfaatnya secara utuh.
Adapun cara konsumsi tomat yang benar untuk mengobati keluhan prostat dimana tomat harus melewati proses pemanasan terlebih dahulu, bisa dikukus atau dijemur, cara ini dipercaya agar zat anti kanker pada tomat keluar sempurna.
Saat tomat dikukus, pastikan tidak terlalu lama agar vitamin di dalam tomat tidak rusak.
"Tomat ini dia butuh dipanaskan kalau mau zat anti kankernya, caranya gimana? Jemur tomat 10 menitlah kena matahari atau kalau enggak dikukus sebentar," sambung dr Zaidul Akbar.
Setelah dijemur atau dikukus sebentar, lalu tambahkan minyak zaitun sekitar satu sendok teh, kemudian tambahkan dengan daun bayam yang dikukus sebanyak tiga lembar lalu tambahkan lada hitam sebagi perasa, terakhir tomat siap dikonsumsi.
Lanjut dr Zaidul Akbar, tomat mengandung senyawa likopen, ini adalah senyawa karotenoid yang memiliki warna kuning, jingga, atau merah pada sayur dan buah.
Likopen berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas, mencegah kanker, penyakit jantung dan stroke.
Jika anda ingin mendapatkan manfaat secara keseluruhan, maka dianjurkan konsumsi buah tomat secara utuh.
"Jadi kalau bicara orang ada makan tomat kemudian tomatnya itu membuat dia biiznillahi taala sembuh dari prostatnya, ginjalnya segala macam, bukan karena likopennya tapi karena tomatnya, karena tomat itu satu senyawa komplek gitu ya," pungkas dr Zaidul Akbar.
(Serambinews.com/Firdha Ustin)
dr Boyke Ungkap Penyebab Pasangan Susah Punya Anak, Ternyata Bukan Hanya dari Istri |
![]() |
---|
Dr Zaidul Akbar Ungkap Rahasia Anti Peradangan: Cukup 1 Sendok Bisa Cegah Kanker hingga Autoimun |
![]() |
---|
8 Manfaat Minum Air Kayu Manis, Bagus untuk Kesehatan Wanita |
![]() |
---|
Bahan Makanan yang Direkomendasikan untuk Penderita Diabetes, Bantu Menjaga Gula Darah Stabil |
![]() |
---|
6 Menu Diet Sehat Tinggi Protein untuk Pertumbuhan Otot Anak, Penting Selama Masa Tumbuh Kembang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.