Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Singkil

Unik, Warga Aceh Singkil Jual Beli Tanah Hanya Dihitung Lebar Depannya

Sementara panjang tanah ke belakanganya tidak dihitung atau dalam istilah warga lokal Aceh Singkil disebut berapa yang ada.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Tanah di pinggir jalan Singkil-Singkil Utara, Aceh Singkil, yang hendak dijual, Minggu (12/1/2025). 

Sementara panjang tanah ke belakanganya tidak dihitung atau dalam istilah warga lokal Aceh Singkil disebut berapa yang ada.

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Warga Aceh Singkil, memiliki cara unik dalam jual beli tanah. 

Di daerah lain, harga jual beli tanah berdasarkan luas keseluruhan yaitu panjang kali lebar. 

Kemudian dikalikan dengan harga tanah per meter persegi. 

Hal itu berbeda dengan kebiasaan warga Aceh Singkil

Penduduk di batas Samudera Hindia ini, jual beli tanah hanya dihitung lebar depannya saja. 

Menghitung lebar tanah bisanya dilakukan hanya depannya saja yang berada di pinggir jalan. 

Baca juga: VIDEO Tentara Israel Alami Kesulitan Hadapi Taktik Baru Hamas di Gaza

Sementara panjang tanah ke belakanganya tidak dihitung atau dalam istilah warga lokal Aceh Singkil disebut berapa yang ada.

Namun paling panjang biasanya sekitar 100 meter. 

"Dari dulu kalau jual beli tanah memang hanya dihitung lebarnya saja yang berada di pinggir jalan," kata Kasman, warga Gosong Telaga, Aceh Singkil, Minggu (12/1/2025).

Penghitungan jual beli tanah tersebut berlaku untuk tanah di pinggir jalan yang digunakan sebagai lahan rumah atau bangunan. 

Sedangkan untuk lahan perkebunan harganya dihitung per hektare. 

Sementara itu, harga lahan di Kabupaten Aceh Singkil, bervariasi.

Baca juga: VIDEO - Suporter PSPS Pekanbaru Melepas Hangat Persiraja dengan Yel Yel Usai Pertandingan

Mulai dari Rp 2 juta per meter hingga puluhan juta tergantung lokasi tanah. 

Untuk lahan perkebunan yang dihitung per hektare, harganya juga tergantung dari lokasi. 

Harga lahan perkebunan juga dipengaruhi oleh jenis tanaman. Bila telah ditanami sawit dalam usia produktif, tentu sangat mahal. 

Per hektare bisa mencapai ratusan juta rupiah. Sementara jika kosong harganya masih puluhan juta rupiah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved