Konflik Palestina dan Israel
Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza Ditutup Setelah 'Terobosan' di Doha
"Saya pikir ada peluang bagus kita bisa menutup ini... para pihak berada tepat di titik puncak untuk bisa menutup kesepakatan ini," kata
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM- Para negosiator akan bertemu di Doha pada Selasa (14/1/2025), untuk menyelesaikan rincian rencana.
Guna mengakhiri perang di Gaza setelah Presiden AS Joe Biden mengatakan kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera yang diperjuangkannya berada di "ambang" untuk membuahkan hasil.
Para mediator memberikan Israel dan Hamas draf akhir perjanjian pada hari Senin (13/1/2025), kata seorang pejabat yang diberi pengarahan mengenai negosiasi gencatan senjata tersebut.
Setelah "terobosan" tengah malam dalam pembicaraan yang dihadiri oleh utusan dari presiden AS yang akan lengser dan presiden terpilih Donald Trump.
"Kesepakatan itu ... akan membebaskan para sandera, menghentikan pertempuran, memberikan keamanan bagi Israel dan memungkinkan kita untuk meningkatkan bantuan kemanusiaan secara signifikan bagi warga Palestina yang sangat menderita dalam perang yang dimulai oleh Hamas ini," kata Biden dalam pidatonya pada hari Senin untuk menyoroti pencapaian kebijakan luar negerinya.
Jika berhasil, kesepakatan gencatan senjata akan menjadi puncak perundingan mulai, dan henti selama lebih dari setahun dan mengarah pada pembebasan sandera Israel terbesar sejak awal konflik.
Ketika Hamas membebaskan sekitar setengah dari tahanannya dengan imbalan 240 tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.
Pejabat yang diberi pengarahan mengenai pembicaraan tersebut, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan teks untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera disampaikan oleh Qatar kepada kedua belah pihak dalam pembicaraan di Doha.
"Saya pikir ada peluang bagus kita bisa menutup ini... para pihak berada tepat di titik puncak untuk bisa menutup kesepakatan ini," kata penasihat keamanan nasional Biden, Jake Sullivan, kepada wartawan pada hari Senin (13/1/2025).
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan keputusan ada di tangan Hamas.
Hamas mengatakan pihaknya ingin mencapai kesepakatan.
Seorang pejabat Israel mengatakan negosiasi sedang dalam tahap lanjutan untuk pembebasan hingga 33 sandera sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Menurut otoritas Israel, sembilan puluh delapan sandera masih berada di Gaza.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan kepada wartawan:
"Ada kemajuan, terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya. Saya ingin berterima kasih kepada teman-teman Amerika kami atas upaya besar yang mereka lakukan untuk mengamankan kesepakatan penyanderaan."
| Setelah Berbulan-bulan Ditutup, Rafah Gaza-Mesir Akhirnya Dibuka, Tapi Ada Syaratnya |
|
|---|
| Hamas Ingin Tetap Kuasai Keamanan Gaza, Tak Bisa Janjikan Pelucutan Senjata |
|
|---|
| Pengakuan Jurnalis Palestina, Saleh Aljafarawi Sebelum Gugur di Gaza: Saya Hidup dalam Ketakutan |
|
|---|
| Pengakuan Aktivis GSF Gaza: Disiksa di Sel Israel sebelum Akhirnya Dideportasi |
|
|---|
| Armada Bantuan Gaza yang Bawa Greta Thunberg Dicegat Israel, Picu Gelombang Kecaman Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Gaza-73h3.jpg)