Berita Aceh Timur

Harimau Kembali Mangsa Ternak

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar tempat tinggal." SAIFUL BAHRI

|
Editor: mufti
Kiriman Keuchik Alue Ie Itam
ILUSTRASI -- Pawang harimau yang dibawa BKSDA Aceh ke Alue Ie Itam, Indra Makmu, memasang perangkap harimau Rabu (8/1/2025) (FOTO BEBERAPA WAKTU YANG LALU) 

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar tempat tinggal."

-- SAIFUL BAHRI, Kapolsek Pantee Bidari

SERAMBNEWS.COM, IDI - Seekor lembu milik warga Desa Sahraja, Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur, diduga menjadi korban serangan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), Selasa (14/1/2025). Peristiwa tersebut diketahui warga sekitar pukul 14.45 WIB.

"Saksi melihat seekor sapi terduduk dengan sejumlah luka yang diduga akibat cakaran harimau," ungkap Kapolsek Pantee Bidari, Polres Aceh Timur, Ipda Saiful Bahri, kemarin. 

Di lokasi kejadian, ditemukan sejumlah jejak yang diduga tapak kaki Harimau Sumatera. Warga segera melaporkan kejadian ini kepada perangkat desa dan pemilik ternak, Taher Manik (61). Pemilik ternak, dengan bantuan warga lain, membawa lembu yang terluka itu ke rumahnya untuk dirawat lebih lanjut.

Menanggapi kejadian ini, Kapolsek Pantee Bidari menyampaikan imbauan agar masyarakat dapat mengurangi aktivitas di area rawan konflik satwa, terutama setelah pukul 16.00 WIB, guna menghindari potensi interaksi langsung dengan satwa liar yang dilindungi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar tempat tinggal. Hal ini demi keselamatan warga dan perlindungan terhadap satwa yang dilindungi," jelasnya.

Sebelumnya, pada Rabu (1/1/2025), Harimau Sumatera juga dilaporkan memangsa seekor lembu milik Soddri, warga Desa Alue Ie Itam, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur. Kejadian tersebut mengakibatkan ternak milik Soddri mati.

Harimau Sumatera merupakan satwa yang dilindungi karena populasinya yang semakin terancam akibat kerusakan habitat dan perburuan liar. Konflik antara manusia dan satwa ini sering terjadi di wilayah Aceh Timur yang memiliki hutan sebagai habitat alami Harimau Sumatera.(f)

Stop Perburuan Liar

Pada bagian lain, Kapolsek Pantee Bidari, Ipda Saiful Bahri menyampaikan imbauan agar warga stop melakukan perburuan liar. Pihaknya juga mengedukasi masyarakat untuk mengurangi aktivitas di area rawan konflik satwa.

Menurutnya, kerja sama antara warga dan pihak berwenang sangat penting untuk mengurangi konflik satwa dan menjaga keseimbangan ekosistem. Masyarakat diminta untuk terus waspada dan mendukung upaya pelestarian satwa liar demi keberlanjutan lingkungan hidup.(f)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved