Rabu, 22 April 2026

Konflik Palestina vs Israel

Sosok 3 Sandera Wanita Israel yang Dibebaskan oleh Hamas, Dokter Sebut Kondisi Mereka Baik

Dalam video itu, mereka juga terlihat menerima hadiah dari Brigade Al-Qassam sebagai simbol serah terima. 

Editor: Faisal Zamzami
X @GPOIsrael
3 sandera Israel pertama yang dibebaskan. 

SERAMBINEWS.COM - Pada Minggu (19/1/2025) malam, sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam merilis rekaman video yang memperlihatkan pembebasan tiga tahanan perempuan Israel di kota Gaza.

Momen ini menjadi bagian dari tahap pertama implementasi perjanjian gencatan senjata antara Gaza dan Israel yang telah disepakati sebelumnya.

Rekaman tersebut menunjukkan ketiga tahanan wanita Israel yang tampak lega dan bahagia setelah dibebaskan, dikutip dari Palestina Chronicle.

 
Dalam video itu, mereka juga terlihat menerima hadiah dari Brigade Al-Qassam sebagai simbol serah terima. 

Momen ini menandai langkah penting dalam proses pertukaran tahanan yang telah lama dinegosiasikan.

Video tersebut juga menunjukkan pergerakan para pejuang Brigade Al-Qassam beserta kendaraan militer mereka melalui jalan-jalan utama Kota Gaza.

Proses ini berpuncak di lokasi serah terima yang berlangsung di Lapangan Saraya, pusat Kota Gaza. 

Di tempat itu, ketiga wanita Israel diserahkan oleh Brigade Al-Qassam kepada Komite Palang Merah Internasional, yang kemudian menyerahkan mereka kepada pihak militer Israel.

 

Baca juga: Daftar 90 Tahanan Palestina yang Dibebaskan setelah Hamas Lepaskan 3 Sandera Israel

Juru bicara militer Hamas, Abu Obeida, memberikan pidato di televisi.

Ia menyatakan bahwa Hamas berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata, yang menurutnya dapat dicapai lebih dari setahun yang lalu jika bukan karena "ambisi jahat" Netanyahu.

Mengutip Al Jazeera, dokter menyebutkan bahwa para tawanan dalam keadaan sehat.

Namun, sebagai bagian dari rencana untuk menerima kembali para tawanan di Israel, mereka akan dirawat di rumah sakit minimal selama empat hari.

 
Mereka akan menjalani beberapa evaluasi psikologis dan pemeriksaan medis untuk menilai kondisi para tawanan.

Militer Israel telah mengonfirmasi bahwa para tawanan telah menyeberang ke wilayah Israel dan sedang dibawa ke rumah sakit.


Sebelumnya, Juru bicara sayap bersenjata Hamas, Brigade Al-Qassam, Abu Obaide mengatakan, ketiga tawanan tersebut adalah Romi Gonen (24 tahun) Emily Damari (28 tahun), dan Doron Steinbrecher (31 tahun) dikutip dari Anadolu Anjansi.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kantor Perdana Menteri Israel Netanyahu.

Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengumumkan, pembebasan tiga tawanan yang ditahan di Gaza akan dilakukan setelah pukul 14:00 GMT atau sekitar pukul 21.00 WIB.

Dalam pernyataan tersebut juga dikatakan, empat sandera perempuan lainnya yang masih hidup akan dibebaskan dalam waktu tujuh hari mendatang, dikutip dari Al-Jazeera.

Baca juga: Israel Bebaskan 90 Tahanan Palestina Bagian dari Kesepakatan Gencatan Senjata, Banyak yang Disiksa

 

Siapa Saja Sandera Israel yang Dibebaskan?

1. Romi Gonen

 Romi Gonen merupakan seorang penari.

Ia ditahan saat berusia 23 tahun pada 7 Oktober 2023.

Gonen menghabiskan waktu berjam-jam bersembunyi dari perlawanan sebelum ia ditangkap, dikutip dari Al-Arabiya.

Saat itu, ia sedang menelepon keluarganya.

2. Doron Steinbrecher

Steinbrecher adalah seorang perawat.

Saat dibawa ke Gaza, Steinbrecher berusia 30 tahun.

Beberapa jam setelah serangan dimulai, ia menelepon orang tuanya untuk mengatakan bahwa ia takut.

 Dia kemudian mengirim pesan suara ke teman-temannya.

3. Emily Damari

Damari merupakan seorang warga Inggris-Israel yang dibawa ke Gaza dari rumahnya di Kibbutz Kfar Aza. 

Saat ditangkap, ia berusia 28 tahun.

Ia tumbuh besar di London dan merupakan penggemar tim sepak bola Tottenham Hotspur. 

Sebagai informasi, pertukaran sandera ini merupakan bagian dari perjanjian gencatan senjata.

Israel akan membebaskan 30 tahanan Palestina untuk setiap sandera Israel, dan 50 tahanan Palestina lainnya untuk setiap tentara wanita Israel yang ditahan di Gaza.

Untuk tahapan ini, yang akan menjadi prioritas adalah sandera perempuan dan mereka yang berusia di bawah 19 tahun, dikutip dari Al-Arabiya.

Dalam 42 hari pertama kesepakatan, 33 warga Israel diperkirakan akan dibebaskan.

Baca juga: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Aceh

Baca juga: Lengser dari Puncak Tertinggi, Harga Emas Antam Hari ini Turun Tipis Rp 2.000 per 20 Januari 2025

Baca juga: Mengoptimalkan ‘Soft Power’ Aceh

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved