Jumat, 24 April 2026

Update Perang Ukraina

Ukraina Tangkap Dua Jenderal dan Satu Kolonel, Dituduh Lalai dan Gagal Hadang Serangan Rusia

Para tersangka akan dibawa ke Kyiv dan didakwa dengan kelalaian dalam dinas militer di bawah darurat militer, yang mengakibatkan konsekuensi serius.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
Twitter @ZelenskyyUa
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky memberikan pernyataan melalui video, mengomentari penangkapan pejabat senior Angkatan Bersenjata oleh Biro Investigasi Negara (SBI) Ukraina atas tuduhan membiarkan pasukan Rusia mencaplok banyak wilayah Kharkiv pada Mei 2024 lalu. 

Presiden Volodymyr Zelensky menekankan bahwa pangkat atau prestasi masa lalu mereka tidak mengesampingkan aturan hukum.

 

SERAMBINEWS.COM - Petugas penegak hukum Ukraina menangkap dan menahan tiga perwira yang bertanggung jawab mempertahankan wilayah (Oblast) Kharkiv dari serangan Rusia.

Media-media lokal Ukraina melaporkan, dua dari tiga perwira yang ditangkap dan ditahan oleh Biro Investigasi Negara (SBI) Ukraina merupakan perwira tinggi berpangkat jenderal, dan satu lainnya berpangkat kolonel.

Mereka dituduh membiarkan pasukan Rusia mencaplok banyak wilayah Kharkiv pada Mei 2024 lalu.

Media online hromadske.ua yang dikutip Serambinews.com Selasa (21/1/2025) menulis, ketiga perwira yang ditangkap itu adalah, Brigadir Jenderal Yuriy Halushkin mantan komandan kelompok operasional-taktis Kharkiv. 

Kemudian Letnan Jenderal Artur Horbenko, Komandan Brigade Pertahanan Teritorial ke-125, serta Kolonel Illya Lapin, mantan Komandan Batalion Senapan ke-415 dari Brigade Mekanis ke-23.

Para tersangka akan dibawa ke Kyiv dan didakwa dengan kelalaian dalam dinas militer di bawah darurat militer, yang mengakibatkan konsekuensi serius.

Lapin, mantan komandan batalyon ke-415 dari brigade ke-23 itu dicurigai mengatur pergerakan yang tidak sah dari medan perang. 

Mereka semua terancam hukuman penjara hingga 10 tahun.

Petugas SBI juga menahan mantan komandan Brigade Senapan Bermotor Anna Kyivska ke-155, Kolonel Dmytro Ryumshyn. 

Ia dituduh membiarkan para prajurit dari brigade ini meninggalkan tempat tugas mereka dan juga membelot selama latihan di Prancis.

Atas hal ini, ia terancam hukuman 10 tahun penjara.

Pernyataan Presiden Zelensky

Sementara itu, website milik Kantor Berita Ukarina, ukrinform.net memberitakan, Presiden Volodymyr Zelensky menekankan bahwa pangkat atau prestasi masa lalu mereka tidak mengesampingkan aturan hukum.

Presiden Zelensky membuat pernyataan ini dalam pidato video, mengomentari penangkapan pejabat senior Angkatan Bersenjata oleh penegak hukum.

"Saat ini, Dinas Keamanan Ukraina, Biro Investigasi Negara, Kepolisian Nasional, dan Kantor Kejaksaan juga bekerja dengan baik untuk memastikan keadilan di Ukraina, khususnya dalam urusan militer. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved